Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kunjungan Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat ke YKAI Surabaya, di Rumah Kedua Pejuang Kecil Kanker, Harapan Terus Tumbuh

Vega Dwi Arista • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:13 WIB
BELAJAR: Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat bermain bersama salah satu penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAI) Surabaya.
BELAJAR: Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat bermain bersama salah satu penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAI) Surabaya.

RADAR SURABAYA - Mereka bukan sekadar anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit. Di balik proses pengobatan yang berat, anak-anak penyintas kanker dan tumor juga menyimpan mimpi besar. Sama seperti teman-teman seusianya. Mereka ingin hidup normal, bersekolah, bermain, dan meraih cita-cita.

Harapan itu tumbuh di sebuah tempat yang mereka sebut rumah kedua. Yakni Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAI) yang berada di kawasan Mojoklanggru Kidul, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Baca Juga: Kunjungan Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat ke RS Menur Surabaya, Soroti Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Sejak Dini

Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat melalui program bertema Sustainable Development Goals (SDGs) berkesempatan mengunjungi tempat itu beberapa waktu lalu.

Hingga April 2026, yayasan tersebut menampung lima pasien anak pengidap kanker dengan rentang usia 2 hingga 13 tahun. Tidak hanya menjadi tempat singgah, yayasan ini juga menjadi ruang aman bagi anak-anak selama menjalani proses pengobatan.

Baca Juga: Asah Skill Jurnalistik Sejak Dini, Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Belajar Langsung di Radar Surabaya

Salah satu pengelola yayasan, Susi, mengatakan, banyak pasien yang datang tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari luar kota. Selama menjalani perawatan, mereka dapat tinggal sementara di yayasan bersama keluarga pendamping.

“Kami tidak hanya menerima pasien dari dalam kota. Justru banyak yang datang dari luar kota. Di sini mereka juga bisa menginap selama proses penyembuhan,” ujarnya.

Baca Juga: Sowan ke Ponpes Bumi Shalawat, Airlangga Hartarto Didoakan KH Ali Masyhuri

Menurut Susi, pihak yayasan berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk membantu anak-anak pejuang kanker, baik melalui dukungan moral maupun bantuan kebutuhan sehari-hari.

Di antara anak-anak yang tinggal di sana, ada seorang pasien berusia 12 tahun yang tengah berjuang melawan leukemia. Di usianya yang sebentar lagi memasuki bangku kelas VII SMP, ia menyimpan keinginan sederhana. Kembali bersekolah seperti anak-anak lain.

Baca Juga: 869 Pelajar Bersaing dalam Profest 2018 di Bumi Shalawat

Meski harus menjalani pengobatan dalam waktu panjang, semangatnya tetap terjaga. Ia mengaku merasa senang tinggal di yayasan karena memiliki teman untuk berbagi cerita.

“Senang, soalnya ada teman di sini. Tapi enggak ada yang seusia aku,” ujarnya.

Ia juga merasa dekat dengan para pendamping di yayasan. Salah satunya adalah Izza, yang kerap menjadi teman berbincang.

“Kalau sama Bu Izza, pembahasannya selalu nyambung. Nanti kalau sudah besar aku mau jadi dokter, biar bisa menolong banyak orang,” tuturnya.

Secara medis, masa pengobatan leukemia umumnya diperkirakan berlangsung dua hingga tiga tahun. Namun bagi anak tersebut, perjuangannya sudah berjalan selama empat tahun terakhir. Hingga kini ia masih menjalani kemoterapi dan tetap berada dalam pengawasan ketat, terutama terkait pola makan dan kebersihan lingkungan.

Susi menjelaskan, kebutuhan makanan anak-anak di yayasan juga mendapat perhatian khusus. Sebab tidak semua makanan olahan pabrik aman dikonsumsi pasien kanker.

“Kalau soal makanan dan kebersihan, biasanya dibantu ibu-ibu di sini. Kami memasak makanan yang sama seperti anak-anak lain, tetapi dibuat sendiri di rumah agar lebih aman,” jelasnya.

Di tempat sederhana itu, anak-anak belajar bahwa sakit bukan akhir dari segalanya. Di tengah keterbatasan, mereka tetap memelihara harapan dan terus menatap masa depan.

Semangat para pejuang kecil ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap proses pengobatan, ada keberanian, mimpi, dan tekad untuk sembuh. Dukungan dari lingkungan sekitar menjadi bagian penting agar mereka bisa terus melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. (farah/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#bumi shalawat #kunjungan #kanker #rumah #siswa