Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

CERIA Surabaya: Dorong Literasi, Dongeng Jadi Senjata Lawan Gawai

Dimas Mahendra • Selasa, 12 Mei 2026 | 15:39 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Literasi Surabaya Rini Indriyani saat mendongeng bersama di depan siswa Surabaya. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Literasi Surabaya Rini Indriyani saat mendongeng bersama di depan siswa Surabaya. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya kembali menghadirkan inovasi literasi keluarga melalui kegiatan CERIA (Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini itu Asyik). Program ini digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia) dan diikuti ratusan keluarga muda. 

Tujuannya sederhana namun penting: menghidupkan kembali tradisi mendongeng sebagai media pendidikan anak sekaligus mengurangi ketergantungan pada gawai.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Bunda Literasi Surabaya, Rini Indriyani, mengundang 300 keluarga pemula untuk mengikuti kegiatan CERIA. 

Baca Juga: Polda Jatim Tangkap Sindikat Penjual Kode OTP, Registrasi Sim Card Gunakan Data Orang Lain

Menurut Eri, mendongeng bukan hanya hiburan, tetapi cara efektif membangun kedekatan orang tua dengan anak. 

Melalui dongeng, pesan moral lebih mudah dipahami anak dibandingkan sekadar larangan atau nasihat langsung.

Dongeng vs Gawai

Eri menyoroti fenomena orang tua yang lebih memilih memberikan gawai kepada anak daripada mendongeng. 

Baca Juga: Sambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, Pelukis Surabaya Hadirkan Surabaya City Scape

Ia menegaskan, kebiasaan ini dapat mengurangi interaksi keluarga dan melemahkan pendidikan karakter. 

Dengan mendongeng, anak-anak tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar nilai sosial, moral, dan budaya lokal yang mulai tergerus oleh budaya asing.

Pelestarian Budaya Lokal

Melalui dongeng, Pemkot Surabaya ingin menanamkan kembali cerita rakyat dan budaya lokal kepada anak-anak. 

Baca Juga: Potensi Banjir Rob Mengintai Pesisir Surabaya, Warga Diminta Waspada hingga 27 Mei 2026

Eri menekankan pentingnya mengenalkan budaya Surabaya sejak dini agar tidak kalah oleh budaya luar negeri. 

Ia berharap CERIA menjadi gerakan literasi keluarga yang mampu memperkuat identitas budaya kota.

Lomba Mendongeng

Sebagai tindak lanjut, Pemkot melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) akan menggelar lomba mendongeng antara orang tua dan anak. 

Kepala Dispusip, Yusuf Masruh, menyebut kegiatan ini akan diperluas ke berbagai wilayah Surabaya. 

Baca Juga: Visiting Top Professor di Fakultas Psikologi Unesa: Dorong Inovasi Riset dan Dukung SDGs 5

Selain memperkaya kosakata anak, lomba ini juga diharapkan mengurangi penggunaan gawai dan meningkatkan kemampuan literasi sejak dini.

Dengan program CERIA, Pemkot Surabaya menegaskan bahwa peran orang tua tidak bisa digantikan oleh teknologi. 

Mendongeng bukan hanya tradisi, tetapi strategi pendidikan keluarga yang relevan di era digital. 

Baca Juga: Penggelapan Mobil di Surabaya, Modus Urus Pajak Kendaraan

Harapannya, anak-anak Surabaya tumbuh dengan karakter kuat, literasi tinggi, dan tetap mencintai budaya lokal. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#CERIA Surabaya #ketergantungan gawai #dongeng #surabaya #Literasi