RADAR SURABAYA - Polisi mengungkap identitas pelaku pembunuhan terhadap DK satpam perumahan di Jalan Sukomanunggal Jaya Blok D, Sukomanunggal Surabaya. Tersangka OA warga Surabaya. Dia merupakan satpam perumahan atau sahabat korban.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, pelaku ditangkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat dan kerja keras anggota Jatanras Polrestabes Surabaya. Pelaku ditangkap di Surabaya hanya dalam waktu kurang dari 6 jam setelah kejadian.
"Sekarang sudah ditangkap dan dalam proses penyidikan. Inisial OA. Sama sebagai seorang satpam. Mereka adalah sahabat," ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto didampingi Kanit Jatanras Iptu Evan Caesar Ibrahim, Senin (11/5).
Baca Juga: Haji 2026: Terungkap! Ini Alasan Kartu Nusuk Jemaah Haji Sering Hilang, Lansia Paling Terdampak
Edy menambahkan, pelaku membunuh korban dengan cara menusuk pada leher dan dada menggunakan benda tajam.
"Saat ini dari pengakuan tersangka bahwa dia pelaku tunggal. Setelah dicek CCTV yang ada dan kemudian keterangan saksi di TKP memang saat itu kondisi sepi tidak ada orang selain korban dan pelaku," bebernya. Ia menegaskan untuk motif tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban masih dilakukan pendalaman.
Pembunuhan Satpam Perumahan di Pos Sukomanunggal Jaya Surabaya
Diberitakan sebelumnya, seorang satpam ditemukan tewas dengan luka tusuk di pos satpam perumahan kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya Blok D 16, Sukomanunggal Surabaya, Senin (11/5) pagi.
Korban DK, 34, warga Pesapen Krembangan Surabaya. Penyebab tewasnya korban masih dilakukan penyelidikan oleh Polsek Sukomanunggal dan Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Baca Juga: Keracunan MBG di Surabaya, Pemprov Jatim Tunggu Hasil Pengecekan Kadinkes
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, korban pertama kali ditemukan temannya yang hendak ganti shift jaga Senin (11/5) sekitar pukul 06.00.
"Ditemukan sudah meninggal dunia di dalam pos satpam. Luka korban di leher, dada kiri, tangan dan pungung," ujarnya kepada Radar Surabaya, Senin (11/5).
Baca Juga: Turis Eropa Terpukau oleh Ketekunan Perempuan Lembata Membuat Tenun Ikat Khas Lamaholot
Edy menambahkan, untuk luka di leher banyak mengeluarkan darah. Luka tersebut diduga akibat luka tusukan benda tajam."Luka akibat tusukan benda tajam. Motor korban masih ada. Yang hilang cuma HP korban," tegasnya.
Mantan Kasubdit Tipidkor Polda Jatim ini menjelaskan, di kompleks tersebut ada 19 satpam dibagi shift. Saat kejadian di pos tersebut korban berjaga sendiri. Usai dilakukan olah TKP, mayat korban saat dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan otopsi.
Baca Juga: Fraksi Gerindra DPRD Jatim Dorong Jawa Timur Inklusif Lewat Raperda Disabilitas
"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi di sekitar TKP. Kasus masih dalam penyelidikan dan akan segera kita ungkap," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto