RADAR SURABAYA - Tangis haru pecah ketika para siswa perempuan dipakaikan mahkota oleh bunda mereka, sementara siswa laki-laki dikenakan songkok oleh sang ayah. Momen penuh makna itu menjadi penutup kegiatan Hubbul Qur’an TK Al Hikmah Surabaya di Gedung Hikmah Teater (GHT) SMP Al Hikmah Surabaya, Sabtu (9/5).
Sebanyak 73 siswa TK B mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.30 hingga 11.00 tersebut. Hubbul Qur’an menjadi uji terbuka capaian pembelajaran Al Qur’an sekaligus penanda akhir proses belajar siswa di KBTK Al Hikmah Surabaya tahun ajaran 2025-2026.
Baca Juga: Sulap Pasar Tembok Dukuh Jadi Lebih Modern, Pemkot Surabaya Lakukan Revitalisasi 15 Pasar
Tahun ini, Hubbul Qur’an dikemas berbeda. Acara diawali kirab seluruh siswa sebagai simbol dimulainya perjalanan cinta Alquran sejak dini. Suasana semakin menyentuh saat doa bersama dipimpin Mim Saiful Hadi.
Para wali murid kemudian disuguhkan penampilan “Operet Anak Muslim” yang menggambarkan karakter siswa TK Al Hikmah sebagai anak yang sehat, cerdas, aktif, dan berakhlak islami.
Baca Juga: Pemkot Kediri Kaji Peluang Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2029
Dalam penampilan tersebut, siswa memperagakan hafalan doa-doa harian yang telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai doa ketika mengalami kesulitan, doa turun hujan, doa melihat keindahan, doa memakai dan melepas pakaian, doa bercermin, hingga praktik salat satu rakaat.
Kepala KBTK Al Hikmah Surabaya Noor Iz Zumara menyampaikan, capaian pembelajaran Al Qur’an siswa tahun ini menunjukkan hasil menggembirakan. Sebanyak 30 persen siswa telah tuntas jilid dua dan 70 persen lainnya tuntas jilid tiga dalam tes munaqosah.
Baca Juga: Kantor DKS Dieksekusi, Pengamat Sebut Hubungan Pengurus DKS dan Pemkot Tidak Harmonis
“Tidak semua ananda dengan mudah mengikuti proses belajar Al Qur’an, karena kemampuan setiap anak berbeda-beda. Orang tua perlu bersabar mendampingi proses belajar mengaji ananda sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Noor ke Radar Surabaya, Senin (11/5).
Noor Iz Zumara menegaskan, keberhasilan anak dalam belajar Al Qur’an tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga dukungan penuh dari orang tua di rumah.
Sementara itu, perwakilan wali murid Iwan Saktiadi mengaku bersyukur telah mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah berbasis Islam. Menurutnya, pendidikan Al Qur’an sejak dini menjadi bekal penting bagi masa depan anak-anak.
“Al Qur’an adalah penerang kehidupan, termasuk untuk kehidupan kekal kelak. Orang tua memiliki keterbatasan waktu untuk mengajarkan anak-anak kami. Alhamdulillah kami memilih sekolah berbasis Islam karena melihat pentingnya akidah, dan saat ini anak-anak berada di tempat yang tepat, yakni Al Hikmah,” tuturnya.
Ketua YLPI Al Hikmah Mohammad Zahri dalam sambutannya juga mengajak seluruh orang tua untuk serius mendampingi anak-anak belajar membaca Al Qur’an.
“Mensyiarkan Al Qur’an berarti kita sedang menunaikan apa yang diinginkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mari kita serius dalam mendampingi anak-anak membaca Al Qur’an,” katanya.
Puncak acara Hubbul Qur’an ditandai dengan uji terbuka yang dipandu Ustadz Muhammad Rofiq dan disaksikan langsung para wali murid. Kelompok tahfidz menampilkan hafalan 17 surat pendek juz 30, dilanjutkan presentasi kelompok jilid 3 dan 4 serta kelompok jilid 5 dan 6.
Interaksi hangat juga terlihat saat guru dan wali murid memberikan pertanyaan langsung kepada para siswa yang dijawab dengan penuh percaya diri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama serta untaian terima kasih kepada ayah dan bunda. Pemberian mahkota dan songkok kepada para siswa menjadi simbol perjuangan mereka dalam mempelajari sekaligus mengamalkan Al Qur’an sejak usia dini.
Melalui Hubbul Qur’an, TK Al Hikmah Surabaya berharap dapat menanamkan kecintaan terhadap Al Qur’an sepanjang hayat dan melahirkan generasi Qur’ani yang berkarakter islami. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista