Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jemaah Haji Termuda dari Bali Berangkat lewat Embarkasi Surabaya, Bawa Titipan Doa Teman Sekelas

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 9 Mei 2026 | 18:39 WIB
HAFALAN: Fardhan bersama ibunda saat berada di Asrama Haji Sukolilo. Ia menjadi haji termuda dari Bali yang berangkat lewat Embarkasi Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)
HAFALAN: Fardhan bersama ibunda saat berada di Asrama Haji Sukolilo. Ia menjadi haji termuda dari Bali yang berangkat lewat Embarkasi Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Siapa sangka Fardhan Aruna Syafzani Wibowo yang baru berusia 13 tahun ini bisa berangkat haji. Remaja kelas VII tergabung dalam kloter 71 dari Denpasar, Bali. ini menjadi haji termuda. Ia berangkat bersama ibunya lewat embarkasi Surabaya. 

Fardhan berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia tiga tahun silam akibat penyakit kanker. Fardhan berangkat bersama ibunda tercintanya, Siska Aprilia, 41.

Sebelumnya, ayah Fardhan telah mendaftar haji sejak tahun 2013 silam. Namun sayang, ia dipanggil Sang Pencipta pada 27 Mei 2023 setelah berjuang melawan penyakit kanker selama tiga tahun dan menjalani kemoterapi. Kabar mengenai giliran keberangkatan baru diterima oleh pihak keluarga pada akhir November lalu, saat petugas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Denpasar menghubungi nomor telepon ayah Fardhan yang ternyata sudah tidak aktif.

Baca Juga: UMKM Pilihan Ramaikan Festival Rujak Uleg 2026, Dinkopdag Surabaya Hadirkan Produk Terbaik

Siska menceritakan saat dirinya dihubungi oleh petugas Kemenhaj Denpasar yang menanyakan keberadaan suaminya. Saat itu ia memberitahukan kabar duka bahwa suaminya telah berpulang ke Rahmatullah. Tak disangka, petugas kemudian menyampaikan kabar gembira bahwa kuota keberangkatan tersebut masih bisa dialihkan kepada ahli waris.

"Petugas dari Kemenhaj Denpasar bertanya 'Bu, Bapak kok nomornya enggak bisa dihubungi?'. Saya jawab, 'Oh nggih Pak, ngapunten sudah seda (meninggal) tiga tahun yang lalu'. Lalu beliau bertanya lagi, 'Oh nggih, terus ini gimana Bu? Nomor porsinya bisa dialihkan ke ahli waris," tuturnya, Sabtu (9/5) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. 

Baca Juga: Analisis PSG vs Arsenal: 6 Faktor Penentu Juara Liga Champions

Siska lalu mencari tahu peraturan tentang batas minimal jemaah haji dan ternyata diperbolehkan. saat itu Fardhan masih 13 tahun dan kebetulan aturan tahun ini menetapkan usia minimal keberangkatan adalah 13 tahun. "Jadi syaratnya sudah terpenuhi dan bisa diajukan pelimpahan porsi," ungkapnya. 

Keluarga pun segera mengurus administrasi pemindahan hak porsi tersebut saat liburan sekolah bulan Desember lalu. Prosesnya berjalan lancar dan mendapatkan kemudahan dari petugas di Kantor Wilayah Kemenhaj Bali.

Baca Juga: Festival Rujak Uleg 2026 di Surabaya Mulai Dipadati Pengunjung, Peserta Sibuk Percantik Stan Jelang Tradisi Nguleg Bareng

Siska mengaku memiliki perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, ia merasa bahagia karena memiliki pendamping atau mahram selama di Tanah Suci, namun di sisi lain rasa haru dan kesedihan tetap ada karena selalu teringat pada sosok suaminya yang tidak bisa ikut serta. Ia juga sempat mengkhawatirkan kondisi fisik anaknya yang masih tergolong remaja.

"Sejujurnya rasanya campur aduk. Di satu sisi senang sekali ada yang nemenin, ada mahram. Tapi ya sedih dan haru juga, pasti teringat almarhum suami. Terus kepikiran juga karena Fardhan masih kecil, fisiknya kan tentunya berbeda dengan orang dewasa," tuturnya.

Baca Juga: Wow! Lisa BLACKPINK Akan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sebelum memutuskan untuk mengurus pelimpahan porsi, Siska sempat berdiskusi dengan anaknya. Ia menyampaikan kabar tersebut dengan bijak dan berpesan agar Fardhan berserah diri kepada Tuhan. Ia juga sempat menyarankan bahwa jika proses perpindahan ini memakan waktu lama dan tidak memungkinkan, keberangkatan bisa ditunda hingga lima tahun mendatang, dan saat itu ia sudah rela melepaskan anaknya berangkat seorang diri. Namun takdir berkata lain, Fardhan akhirnya berangkat tahun ini juga.

"Saya bilang ke dia, 'Kak, ini Mama berangkat tahun ini. Terus Ayah ini porsinya bisa dialihkan ke kamu, bagaimana menurutmu?'. Dia pun terharu. Karena prosesnya agak lama, saya sempat bilang, 'Kak, kalau memang rezekimu dan Allah mengundangmu tahun ini, pasti ada jalannya. Kalau belum, insyaallah bisa ditunda 5 tahun lagi. Nanti kalau kamu berangkat sendiri, Mama sudah tega kok melepasnya'. Dan ternyata takdirnya berangkat sekarang," tutur Siska. 

Baca Juga: Rayakan HJKS, Pemkot Surabaya Hadirkan Tarif Parkir QRIS Cuma Rp 733, Catat Jadwal dan Lokasinya 

Bawa Titipan Doa Teman Sekelas

Terkait urusan sekolah, Fardhan yang kini bersekolah di daerah Dampit, Malang, sempat mengalami keraguan karena keberangkatannya bertepatan dengan jadwal ujian akhir semester. Namun, takdir kembali berpihak. Saat Siska menemui wali kelas untuk meminta izin, ia justru mendapat dukungan luar biasa. Bahkan, wali kelasnya bercerita bahwa anaknya juga diterima menjadi PPIH di sektor Mekkah tahun ini dan menawarkan bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Wali kelasnya malah terharu dan bilang, 'Lho Bun, anak saya itu juga keterima jadi petugas PPIH tahun ini, bertugas di Mekkah. Ini saya kasih nomornya ya, nanti siapa tahu di sana bisa saling bantu'. Rasanya seperti Allah benar-benar membukakan jalan dan memudahkan segala urusan kami," ungkapnya.

Baca Juga: Guru Ngaji di Surabaya Cabuli 7 Santri Laki-Laki, Begini Modusnya

Untuk menyiasati jadwal ujian, Fardhan mengerjakan sebagian soal ujian lebih awal selama dua minggu sebelum berangkat. Sisa ujian lainnya akan diselesaikan saat ia pulang nanti setelah hari penerimaan rapor, sehingga tidak membebani anak tersebut. 

Selama masa persiapan, Siska dan Fardhan mengikuti rangkaian pembinaan manasik secara daring melalui aplikasi zoom karena mereka sudah menetap di Malang. Namun, untuk praktik langsung, mereka dua kali pulang ke Bali agar bisa mengikuti manasik. Di samping itu, pengetahuan tentang tata cara ibadah juga dilengkapi dengan menonton berbagai materi edukasi di kanal YouTube. 

Baca Juga: Misi Sapu Bersih! Timnas Indonesia Incar Lonjakan Ranking FIFA

Sementara itu, Fardhan yang memiliki hobi membaca dan bercita-cita menjadi penghafal Al-Qur'an atau Hafiz mengaku sangat senang bisa berangkat bersama ibunya. Ia saat ini sudah menghafal sebanyak 8 juz Al-Qur'an sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak itu juga membawa oleh-oleh istimewa dari teman-teman sekelasnya di sekolah. Ketika pamit berangkat, teman-temannya menuliskan doa dan harapan dalam sebuah buku khusus yang kini turut ia bawa di dalam kopernya. 

"Teman-teman menulis banyak doa dalam satu buku lalu dibagikan ke seluruh teman sekelas. Mereka nitip doa juga, nanti saya bacakan doa mereka semua di sana," ujar Fardhan. 

Baca Juga: Putri Meta Pesta Gol 12-0, Siap Rebut Posisi Tiga

Ia sangat berharap Fardhan dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan mendapatkan gelar haji yang mabrur. Selain itu, ia juga mendoakan anak-anaknya yang ditinggal di rumah agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT, pendidikannya dilancarkan, serta cita-cita Fardhan untuk menyelesaikan hafalan hingga 30 juz dapat tercapai. 

Dijadwalkan keduanya bersama dengan kloter 71 akan berangkat menuju Jeddah pada Minggu (10/5) pukul 08.05 WIB melalui Bandara Internasional Juanda. (rmt/gun)

Editor : Guntur Irianto
#haji termuda bali #berita haji 2026 #Haji 2026 #jemaah haji #embarkasi surabaya