RADAR SURABAYA - Suasana di Asrama Haji Embarkasi Surabaya mendadak tegang, Kamis (7/5) malam. Pria, sekitar 60 tahun yang merupakan jemaah haji asal Jombang tergabung dalam kloter 62 mencoba kabur dan sempat bersitegang dengan petugas keamanan embarkasi yang berjaga di depan pagar.
Kejadian bermula saat jemaah tersebut sedang menemui keluarganya di halaman depan Asrama Haji.
Secara tiba-tiba, ia mencoba berjalan keluar pagar namun langsung dihalau oleh petugas keamanan.
Baca Juga: Bongkar Sindikat Joki UTBK, Polrestabes Surabaya Tahan 14 Tersangka, Satu Tender Seharga Rp 700 Juta
Merasa gerak-geriknya dihalangi, jemaah tersebut tersulut emosi hingga hampir memukul petugas.
Tak hanya itu, ia juga sempat melempar tas dan kartu identitas jemaah haji miliknya yang dikalungkan sebagai bentuk kekesalan.
Setelah berhasil ditenangkan oleh istri dan pihak keluarga, jemaah tersebut segera dibawa oleh dokter dan petugas kloter menuju Rumah Sakit (RS) Menur Surabaya untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Baca Juga: Haji 2026: Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Langsung Kenakan Ihram, Arab Saudi Sebut Jatim Terbaik
Ketua Kloter 62, Hasanuddin, menjelaskan bahwa ketidaknyamanan jemaah tersebut diduga muncul sejak pertama kali memasuki kamar asrama. Kloter 62 masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya sekitar pukul 14.40 WIB.
"Pertama memang pada saat masuk ke kamar, dia merasa mungkin tidak nyaman dan tidak mau bergabung dengan teman-temannya dan minta pulang saja," ujar Hasanuddin, Kamis (7/5).
Hasanuddin menambahkan bahwa salah satu pemicu keresahan jemaah tersebut adalah keinginan untuk berada dalam satu kamar dengan istrinya.
Baca Juga: Surabaya Mantapkan Diri Sebagai Kota Ramah Anak Lewat Standar Nasional Ruang Bermain
Diketahui, jemaah dari KBIH Al-Kautsar Jombang ini berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri.
"Insyaallah ini tadi sudah dibawa ke Rumah Sakit Menur. Di sana saat ini diobservasi dan masih menunggu hasil observasi. Insyaallah dokter pendamping ada di sana," jelasnya.
Terkait jemaah tersebut laik atau tidak untuk berangkat ke tanah suci, Hasanuddin menyerahkan sepenuhnya kepada hasil diagnosa dokter.
Dijadwalkan kloter 62 akan terbang ke tanah suci, Jumat (8/5) pukul 14.40 WIB
Baca Juga: Tertinggi Kedua di Indonesia, Angka Penduduk Lansia di Jatim Meningkat
"Ya, ini nanti enggak tahu bisa atau tidaknya berangkat masih melihat hasil observasi yang disampaikan oleh dokter. Yang memberikan kewenangan dokternya nanti," pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari