RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan pengelolaan sampah dengan memasang kamera pengawas atau CCTV di seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pergerakan sampah berjalan sesuai jadwal, mulai dari tahap pengambilan di lingkungan warga hingga pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser, mengatakan seluruh TPS di Kota Pahlawan kini telah dilengkapi CCTV sebagai bagian dari sistem kontrol kebersihan berbasis pemantauan langsung.
“Saat ini semua TPS sudah dipasang CCTV. Tujuannya untuk memantau kondisi TPS setiap saat, karena arahan Pak Wali Kota TPS harus selalu dalam kondisi bersih,” ujarnya.
Baca Juga: Pencuri Ponsel di Simo Gunung Barat Tol Surabaya Sudah Beraksi Empat Kali, Ini Pengakuannya
Menurut Fikser, pengawasan digital itu dibarengi dengan perubahan pola pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan terlalu lama di TPS. DLH kini menerapkan sistem jadwal ketat terkait waktu masuk sampah rumah tangga dan pengangkutannya ke TPA.
“Sekarang kami atur, maksimal dua jam sebelum pengangkutan, sampah baru masuk ke TPS. Jadi tidak ada lagi sampah menginap berhari-hari,” jelasnya.
Baca Juga: Tiga Jam Mediasi, Polemik Pembangunan Gedung di Basuki Rahmat Surabaya Temui Titik Damai
Pola baru tersebut juga diterapkan kepada petugas pengangkut sampah lingkungan atau “gledek”. Pengambilan sampah dari permukiman dilakukan menyesuaikan jadwal armada pengangkut menuju TPA agar alur distribusi lebih cepat dan efisien.
“Polanya sebenarnya sama, hanya diatur ulang supaya tidak ada delay. Kalau dulu warga bisa buang kapan saja akhirnya menumpuk,” katanya.
Baca Juga: Resmi Ditangkap! Pelarian Tersangka Pencabulan Puluhan Santri Pesantren di Pati Berakhir
Langkah itu dinilai penting karena banyak TPS berada di dekat sekolah, kawasan permukiman, hingga jalan utama kota. Penumpukan sampah tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga memicu bau tak sedap dan polusi lingkungan.
“Kalau sampah menumpuk lama tentu menimbulkan pencemaran dan pemandangan yang tidak bagus,” imbuh Fikser.
Selain pengawasan CCTV, DLH juga mewajibkan petugas TPS menjaga kebersihan area penampungan dengan penyemprotan eco enzyme secara rutin. Cairan ramah lingkungan tersebut digunakan untuk mengurangi bau menyengat di lokasi TPS.
“Setiap TPS sekarang disiapkan eco enzyme untuk disemprotkan petugas agar tidak bau,” terangnya.
Baca Juga: Jalan Gunungsari Trem, Dahulu Bekas Jalur Trem Uap Rute Wonokromo Kota-Karangpilang Surabaya
Dengan sistem pemantauan real-time ini, Pemkot Surabaya berharap pengelolaan sampah menjadi lebih cepat, tertata, dan ramah lingkungan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan kota menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto