Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anggota DPRD Jatim Cahyo Apresiasi Program BSPS, Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Surabaya

Mus Purmadani • Senin, 4 Mei 2026 | 19:08 WIB
DUKUNGAN: Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo (paling kanan) saat meninjau pelaksanaan program BSPS di Surabaya bersama Menteri PKP (dua dari kiri), Gubernur Jatim Khofifah (tengah), dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kanan).(IST/RADAR SURABAYA)
DUKUNGAN: Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo (paling kanan) saat meninjau pelaksanaan program BSPS di Surabaya bersama Menteri PKP (dua dari kiri), Gubernur Jatim Khofifah (tengah), dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kanan).(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mendapat apresiasi dari DPRD Jawa Timur (Jatim) karena dinilai memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga. Ini disampaikan di Semampir, Surabaya. 

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyebut hunian layak menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan hidup yang sehat, nyaman, dan produktif bagi masyarakat.

“Hunian yang layak meningkatkan ketangguhan kita karena kondisi rumah yang bersih, sehat, dan nyaman memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan program BSPS di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Minggu (3/5).

Baca Juga: Hendak Mendaki Bukit Premium Pasuruan, Mahasiswi Dibacok Kawanan Begal, Pelaku Ditembak

Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya itu juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas realisasi program tersebut. Menurutnya, BSPS merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian yang layak.

“Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden atas program BSPS yang disalurkan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” katanya.

Baca Juga: Polda Jatim Musnahkan 22, 2 Kilogram Kokain yang Ditemukan di Pantai Sumenep

Cahyo menilai program BSPS memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rendah dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan memperbaiki kondisi tempat tinggal.

Dengan rumah yang lebih layak, warga dinilai dapat meningkatkan fokus dalam bekerja sehingga berpengaruh pada produktivitas dan pendapatan.

Baca Juga: Bakti untuk Umat, LKNU Surabaya Sukseskan Resepsi Harlah Fatayat NU dan IPPNU Lewat Layanan Kesehatan Gratis

“Dengan hunian yang bersih dan nyaman, penghuni akan lebih fokus menjalankan profesinya. Ini tentu berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan bangsa. Oleh karena itu, program perumahan seperti BSPS memiliki nilai strategis jangka panjang.

Baca Juga: Kecelakaan Adu Banteng Motor Tabrak Mobil di Ngagel Surabaya, Warga Dinoyo Meninggal

“Ketahanan keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan bangsa. Maka program ini harus terus diperluas,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Cahyo menyebut program BSPS juga mencerminkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun tidak hanya infrastruktur, tetapi juga peradaban masyarakat.

“Ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tapi juga membangun kesejahteraan dan peradaban masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Suami Kena Stroke Tidak Bisa Beri Nafkah Lahir Batin, Istri Gugat Cerai di PA Surabaya

Ia berharap cakupan program BSPS dapat diperluas agar lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa jumlah penerima BSPS di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Demam SDSB di Surabaya Era 90-an, Banyak Warga Kecanduan Tebak Nomor Ajaib

“Tahun lalu sekitar 3.000 unit, sekarang meningkat menjadi 33.000 unit di Jawa Timur,” ujarnya saat meninjau lokasi calon penerima bantuan di Surabaya.

Dalam program tersebut, setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Rinciannya, Rp 17,5 juta dialokasikan untuk bahan bangunan, sementara Rp 2,5 juta untuk biaya tenaga kerja.

Baca Juga: Dua Bocah Hadang KA Jenggala di Sidoarjo, Aksi Berbahaya Viral di Media Sosial

Maruarar menambahkan, program BSPS tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Dengan melibatkan tenaga kerja setempat dalam proses pembangunan, program ini berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Baca Juga: Pura-Pura Main HP, Dua Pemuda Gasak Motor di Pacar Kembang Surabaya

“Jika satu unit rumah dikerjakan tiga orang, maka dari 33.000 unit bisa menyerap sekitar 99.000 tenaga kerja,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian PKP juga menggulirkan program pemberdayaan ekonomi yang menyasar pelaku usaha ultra mikro, khususnya ibu rumah tangga, agar lebih mandiri secara ekonomi.

Baca Juga: Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar dengan Energi Matahari

“Harapannya peningkatan kualitas hunian berjalan seiring dengan penguatan ekonomi keluarga,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Gubernur Jatim Khofifah #Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi #BSPS #Menteri PKP #dprd jatim