RADAR SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan skema seleksi masuk terbaru untuk tahun akademik 2026. Melalui jalur Seleksi Mandiri ITS (SMITS), kampus ini menghadirkan dua kategori utama, yakni Future Leader and Academic Talent (FLAT) serta Academic Competence Excellence (ACE).
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menjelaskan bahwa jalur SMITS FLAT dirancang untuk menjaring talenta unggul yang memiliki rekam jejak kepemimpinan kuat. Kriteria ini mencakup siswa yang pernah menjabat sebagai Ketua OSIS, Pramuka Garuda, anggota Paskibraka, hingga duta tingkat nasional.
Baca Juga: Suami Kena Stroke Tidak Bisa Beri Nafkah Lahir Batin, Istri Gugat Cerai di PA Surabaya
Nani menekankan bahwa pengalaman organisasi merupakan indikator penting bagi calon pemimpin. "Kami meyakini bahwa peserta yang berhasil lolos seleksi ketat di organisasi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di masa depan," ujar Nani dalam sesi sosialisasi, Senin (4/5).
Selain kepemimpinan, jalur ini juga mengakomodasi prestasi akademik seperti Olimpiade Nasional serta prestasi non-akademik, termasuk bagi para penghafal kitab suci dari seluruh agama yang diakui di Indonesia.
“Kami memandang bahwa penghafal kitab suci juga merupakan prestasi yang tidak semua orang bisa miliki,” tutur dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri tersebut.
Salah satu poin krusial dalam seleksi tahun ini adalah adanya Seleksi Mandiri Beasiswa. Jalur ini ditujukan bagi siswa berprestasi yang terkendala masalah ekonomi. Sebagai bentuk dukungan nyata, ITS meniadakan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi peserta yang lolos.
“Khusus untuk jalur Seleksi Mandiri Beasiswa, komponen Iuran Pengembangan Institusi (IPI) ditiadakan bagi pendaftar yang berhasil lolos seleksi,” terang Nani.
Bagi pendaftar reguler, ITS menawarkan jalur SMITS ACE yang terbagi menjadi skema Kemitraan dan Umum. Jalur Kemitraan memerlukan rekomendasi dari institusi yang bekerja sama dengan ITS, sementara jalur Umum terbuka bagi lulusan tahun 2024 hingga 2026.
Mekanisme tes pada jalur ini memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk menggunakan nilai UTBK atau mengikuti tes mandiri SMITS yang lokasinya tersebar di berbagai daerah.
“Jalur UTBK diperuntukkan bagi peserta yang memiliki nilai tes UTBK di tahun 2026 ini, sedangkan yang lainnya bisa mengikuti tes SMITS,” tegas Nani.
SMITS FLAT telah elah dibuka sejak 14 April dan akan berakhir pada 6 Mei 2026. SMITS ACE umum da kemitraan dibuka mulai 12 Mei hingga 3 Juni 2026.
Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran dapat diakses langsung melalui laman resmi https://admission.its.ac.id. Dengan berbagai pilihan jalur ini, ITS berharap dapat menjaring talenta terbaik dari seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari Kampus Pahlawan. (*)
Editor : Lambertus Hurek