Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
RADAR SURABAYA - Seorang pria ditemukan tewas di parkiran lobi salah satu hotel Jalan Basuki Rahmat, Embong Kaliasin, Genteng Surabaya, Sabtu (2/5) malam.
Korban RO, 21, warga Desa Sukorejo, Saradan Madiun. Korban tewas setelah melompat dari lantai 20 rooftop hotel atau dari teras kafe hotel.
Kejadian tersebut sempat membuat heboh pengguna jalan yang kebetulan melintas di Jalan Basuki Rahmat depan hotel lokasi kejadian.
Baca Juga: Terjadi Lagi! Pemuda Diduga Akhiri Hidup Terjun dari Jembatan Cangar
"Kejadian pukul 22.00. Korban laki-laki, tamu restoran hotel, bukan orang menginap. Inisial RO, 21, warga Madiun," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya kepada Radar Surabaya, Minggu (3/5).
Iptu Vian mengatakan, kejadian bermula saat korban datang ke lantai 20 atau tempat kafe hotel sekitar pukul 21.48.
Korban memesan makanan fruit garden salad. Saat itu korban duduk di teras kafe lantai 20.
Baca Juga: Harga Emas Hari Minggu 3 Mei 2026: Antam Turun Tipis, UBS dan Galeri24 Tetap Stabil
Saksi DL pelayan kafe sempat mengantarkan makanan pesanan ke korban. Saksi melihat terakhir korban masih makan di teras kafe.
Tak lama kemudian, petugas keamanan hotel DI, 27, mendengar ada suara seperti barang jatuh.
Usut punya usut, setelah dicek ternyata korban ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa di parkiran lobi hotel. Saksi lalu melapor ke manajer hotel, 112 dan Polsek Genteng.
"Setelah dilakukan Olah TKP bahwa benar korban meninggal dunia diduga karena bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 20 hotel," terangnya.
Vian menuturkan, usai dilakukan olah TKP dan identifikasi oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya, mayat korban dievakuasi petugas ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara dilakukan visum luar dan visum dalam. "Terkait motif masih dilakukan penyelidikan," tutupnya. (rus)
Editor : Nurista Purnamasari