RADAR SURABAYA – Cuaca di Surabaya pada Sabtu 2 Mei 2029 diprediksi didominasi mendung dan hujan ringan sepanjang hari. Warga diimbau tetap bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah.
Berdasarkan data prakiraan cuaca, pagi hari dimulai dengan suhu 27 derajat celsius pukul 07.00 WIB. Kondisi berawan disertai hujan ringan dengan kelembapan tinggi mencapai 90 persen. Angin bertiup pelan dari arah selatan 5 km per jam.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Kadindik Jatim Tekankan Kolaborasi Tingkatkan Mutu Pendidikan
Memasuki siang, suhu naik bertahap. Pukul 10.00 WIB suhu menyentuh 31 derajat celsius dengan kondisi sebagian besar berawan dan hujan ringan. Suhu terpanas terjadi pukul 11.00 hingga 14.00 WIB di angka 32 derajat celsius.
Namun karena kelembapan tinggi, suhu yang dirasakan tubuh bisa mencapai 40 derajat celsius. Warga disarankan cukupi cairan biar tidak dehidrasi.
Sore hingga malam cuaca masih belum bersahabat. Pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB berpotensi hujan petir ringan dengan peluang hujan naik jadi 50 sampai 55 persen. Suhu turun ke 27 derajat celsius saat malam, tapi kelembapan tetap tinggi di atas 88 persen.
Baca Juga: Sejarah Hari Pendidikan Nasional: Dari Perjuangan Ki Hadjar Dewantara hingga Penetapan 2 Mei
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di kawasan pesisir Surabaya. Fenomena ini dipicu efek bulan purnama yang menyebabkan pasang air laut lebih tinggi dari biasanya.
BMKG menyebut, kondisi ini diperparah karena beberapa hari terakhir Surabaya terus diguyur hujan deras. Masyarakat di wilayah pesisir seperti Kalianak, Greges, Kalimas Baru, Kenjeran, Bulak, Sukolilo, dan sekitarnya diminta waspada. Air laut bisa meluap ke daratan terutama saat pasang naik sore hingga malam hari.
Warga diimbau tidak parkir kendaraan di area rendah dekat pantai, amankan barang elektronik, dan pantau info pasang surut dari BMKG. Nelayan juga diminta tunda melaut jika gelombang tinggi.
Meski curah hujan hari Sabtu diprediksi ringan 0,1 sampai 0,3 mm per jam, akumulasi hujan beberapa hari terakhir membuat tanah jenuh air. Jadi potensi genangan tetap ada.(*)
Editor : Lambertus Hurek