RADAR SURABAYA - Pasar tradisional masih menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat di Surabaya. Namun, banyak pasar menghadapi persoalan infrastruktur yang menurunkan kenyamanan dan keamanan konsumen.
Menyadari hal itu, Pemerintah Kota Surabaya mempercepat program revitalisasi pasar tradisional dengan target rampung pada pertengahan Mei 2026.
Lima pasar yang masuk daftar percepatan adalah Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Babakan Baru, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung.
Baca Juga: Kado HJKS Ke-733: Harga Tiket Wisata Surabaya Cuma Rp 733
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian, menegaskan bahwa pembenahan diarahkan pada penguatan fungsi dasar pasar agar kembali layak dan nyaman digunakan.
Ia menyebutkan bahwa penataan difokuskan pada perbaikan drainase, perkerasan lantai, penataan area pedagang, serta perbaikan minor seperti kebocoran.
“Penataan ini diarahkan untuk memastikan pasar kembali fungsional. Fokusnya pada infrastruktur dasar agar aktivitas ekonomi lebih nyaman dan konsumen terlindungi,” ujarnya, Jumat (1/5).
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh, DPRD Surabaya Minta Prioritaskan Pedagang Lama
Di Pasar Tembok Dukuh, revitalisasi dilakukan untuk mengatasi masalah genangan akibat saluran drainase yang sempit dan lantai pasar yang lebih rendah dari badan jalan. Kondisi ini sebelumnya membuat pedagang berjualan hingga ke badan jalan.
“Atas arahan Bapak Wali Kota Eri, penataan dilakukan agar pedagang kembali masuk ke dalam pasar. Kita benahi layanan dasarnya supaya pasar lebih nyaman dan aktivitas ekonomi kembali hidup,” jelas Iman.
Sementara di Pasar Simo Gunung, dilakukan perluasan area untuk menampung pedagang yang belum tertata.
Di Pasar Kembang, revitalisasi menjadi kelanjutan pekerjaan sebelumnya dengan tambahan perbaikan lantai dan pembangunan atap.
Fokus Higienitas dan Regulasi
Revitalisasi juga menyasar aspek higienitas. Di Pasar Babakan Baru, pemerintah menyiapkan fasilitas pemotongan unggas skala kecil sekitar 5.000 ekor per hari secara semi manual, lengkap dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Sedangkan di Pasar Wonokromo, konsepnya lebih modern dengan dukungan fasilitas seperti conveyor belt, namun tetap melibatkan pedagang eksisting agar tidak kehilangan mata pencaharian.
Berdasarkan data Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, total terdapat 10 pasar tradisional yang menjadi target revitalisasi sepanjang 2026.
Baca Juga: Naik Truk Komando hingga Makan Bareng, Ini yang Disampaikan Wawali Surabaya Armuji pada Buruh
Lima pasar ditargetkan rampung pada pertengahan Mei, sementara lima lainnya, yakni Pasar Pakis, Dukuh Kupang, Pecindilan, Gresik PPI, dan Krembangan akan dibenahi secara bertahap.
Iman menambahkan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari dukungan Pemkot terhadap pengelolaan aset PD Pasar.
“Perbaikan ini dilakukan atas permohonan Bagian Perekonomian dan nantinya menjadi bagian dari penguatan aset serta peningkatan layanan pasar,” pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari