SPMB Surabaya 2026: TKA Kini Ambil Porsi 40 Persen di Jalur Prestasi
Dimas Mahendra• Jumat, 1 Mei 2026 | 11:49 WIB
Pelaksanaan TKA SD di Surabaya beberapa waktu lalu. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) memperkenalkan kebijakan baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, khususnya pada jalur prestasi akademik. Jika sebelumnya seleksi hanya didasarkan pada nilai rapor, kini Tes Kompetensi Akademik (TKA) akan berperan besar dengan bobot 40 persen. Langkah ini diambil untuk menciptakan sistem seleksi yang lebih objektif sekaligus menjadi tolok ukur peningkatan mutu pendidikan di Surabaya.Baca Juga: SWK Urip Sumoharjo Surabaya Sepi Pengunjung, Kalah Saing dengan Warkop Modern
Porsi TKA dan Alasan Perubahan
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pendidikan agar TKA dijadikan indikator mutu pendidikan nasional. “Persentase yang kami gunakan adalah 60 persen dari nilai rapor dan 40 persen dari TKA. Dulu 100 persen dari rapor, sekarang kami kombinasikan agar lebih objektif,” ujar Febrina, Jumat (1/5).Menurut Febrina, pelibatan TKA dalam jalur prestasi bertujuan untuk memotivasi siswa agar tidak hanya fokus pada nilai rapor, tetapi juga pada kemampuan akademik yang terukur. Baca Juga: SPMB 2026 Berubah Total! Nilai TKA Kini Jadi Penentu Utama Kelulusan di Jawa Timur“Harapannya TKA bisa menjadi gambaran mutu pendidikan kita secara menyeluruh,” tambahnya.Dispendik Surabaya telah menyelesaikan pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP. Namun, bagi siswa yang berhalangan hadir karena sakit, akan diadakan TKA susulan pada 11–19 Mei 2026. “Kami ingin memastikan semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti TKA. Suasananya sama seperti tes utama, hanya jumlah pesertanya lebih sedikit,” jelas Febrina.
Jumlah peserta TKA susulan di jenjang SMP mencapai sekitar 60 siswa, sementara data untuk jenjang SD masih diperbarui.
Jalur Masuk SPMB Tetap Sama
Febrina memastikan jalur masuk SPMB tahun ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi. Namun, penambahan TKA di jalur prestasi menjadi pembeda utama yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas seleksi dan transparansi penilaian.Baca Juga: Bongkar Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Bersubsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polda Jatim Ketua PGRI Surabaya, Agnes Warsiati, menilai kebijakan pembobotan TKA sebesar 40 persen sudah ideal. Menurutnya, nilai rapor tetap harus menjadi komponen utama karena mencerminkan proses belajar siswa secara menyeluruh. “Sudah bagus, memang pembobotan terbesar harus di rapor karena itu menggambarkan proses belajar anak selama di sekolah,” ujarnya.Agnes menambahkan, hasil TKA nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi dinas pendidikan untuk memperbaiki sistem pembelajaran di masa mendatang.Baca Juga: Ngaku Cari Sasaran di Pemukiman, Polisi Buru Satu Pelaku Curanmor di Jalan Simorejo Sari Surabaya“Data nilai TKA ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi dinas, apalagi sebelumnya sudah ada try out dan pendalaman materi,” pungkasnya. (dim/nur) Editor : Nurista Purnamasari