RADAR SURABAYA - Sentra Wisata Kuliner (SWK) Urip Sumoharjo, Surabaya, dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berbeda jauh dibandingkan beberapa tahun lalu saat kawasan tersebut selalu ramai.
Dulu SWK Urip Sumoharjo bahkan rutin menghadirkan hiburan live music pada siang hingga malam hari. Seorang pedagang yang enggan disebut namanya mengungkapkan, penurunan mulai terasa sejak munculnya warkop baru di seberang jalan yang menawarkan konsep lebih modern. Sejak itu, jumlah pengunjung SWK terus menyusut.
Baca Juga: Ketahuan Curi Kabel di Rumah Kosong Jalan Kelud Surabaya, Pria Asal Bubutan Ditangkap
“Dulu ramai, sekarang jauh berkurang. Apalagi sejak ada warkop baru yang lebih modern di seberang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi semakin memburuk menjelang bulan puasa lalu. Ia memperkirakan tingkat kunjungan saat ini hanya berkisar 20 hingga 30 persen dibandingkan masa normal. Dampaknya, banyak lapak di SWK yang tidak lagi beroperasi.
“Sekarang paling cuma 20–30 persen saja. Banyak lapak yang tutup karena sepi,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengaku masih bertahan berkat pelanggan tetap, terutama para tukang bangunan yang kerap datang untuk makan maupun sekadar membeli minuman seperti kopi dan teh.
Baca Juga: Pelatih Puslatda Jatim Dibekali Strategi Cegah dan Tangani Cedera Atlet
Pedagang tersebut juga mengakui bahwa warkop modern di kawasan Jalan Urip Sumoharjo menawarkan suasana yang lebih nyaman, bersih, dan tertata rapi dibandingkan SWK.
Namun demikian, ia menyambut baik langkah Pemerintah Kota Surabaya yang saat ini tengah melakukan perbaikan sejumlah fasilitas di SWK, mulai dari toilet hingga tempat duduk.
“Mudah-mudahan setelah diperbaiki bisa ramai lagi,” harapnya.(*)
Editor : Lambertus Hurek