Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Mengajar! Cara Unik Mahasiswa Surabaya Didik Anak Prasejahtera Lewat Lukisan Tangan

Rahmat Sudrajat • Jumat, 1 Mei 2026 | 07:15 WIB
Kemeriahan Petra Mengajar di Komunitas Makam Mataram Surabaya ajarkan melukis tanpa kuas. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Kemeriahan Petra Mengajar di Komunitas Makam Mataram Surabaya ajarkan melukis tanpa kuas. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Upaya pemerataan akses pendidikan terus digalakkan di berbagai daerah.

Di Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra menghadirkan inovasi pembelajaran kreatif melalui program Petra Mengajar V yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab kesenjangan pendidikan, terutama bagi anak-anak yang belum sepenuhnya mendapatkan akses belajar yang layak.

Ketua Pelaksana Petra Mengajar V, Fedilia Yanson Widio, mengatakan kegiatan ini melibatkan kunjungan ke berbagai titik di Surabaya.

“Secara keseluruhan kami mengunjungi tujuh lokasi sekolah dan enam komunitas yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya,” ujarnya, Kamis (30/4).

Baca Juga: May Day! Polrestabes Surabaya Akan Laksanakan Pengalihan Arus di 3 Lokasi Ini

Komunitas Makam Mataram Jadi Salah Satu Lokasi Kegiatan

Salah satu lokasi kegiatan adalah Komunitas Makam Mataram. Komunitas ini dihuni anak-anak dengan latar belakang beragam, berusia 3 hingga 15 tahun.

Sebagian telah bersekolah, sementara lainnya masih dalam proses mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak.

Sebagian besar orang tua mereka bekerja sebagai petugas kebersihan area pemakaman, sehingga keterbatasan ekonomi menjadi tantangan utama dalam pendidikan anak.

Di lokasi tersebut, 15 mahasiswa terlibat langsung memberikan pembelajaran interaktif.

Kegiatan dirancang agar anak-anak lebih mudah memahami materi melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan.

Melukis Tanpa Kuas, Cara Kreatif Tingkatkan Minat Belajar

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah pembelajaran seni melukis tanpa kuas.

Baca Juga: Braga Menang Dramatis 2-1 atas Freiburg di Semifinal Liga Europa: Gol Injury Time Hancurkan Harapan Tamu

Metode ini digunakan untuk mendorong kreativitas sekaligus keberanian anak dalam berekspresi.

“Anak-anak diajak untuk mempraktikkan langsung melukis di atas kertas ukuran A4 menggunakan cat air, serta memanfaatkan jari, telapak tangan, dan spons sebagai alat lukis,” jelasnya.

Metode ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga membantu meningkatkan motorik halus serta kepercayaan diri anak-anak.

Pembekalan Mahasiswa dan Dukungan Program Literasi

Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa telah mengikuti rangkaian pembekalan, mulai dari pendampingan, penyusunan materi bersama dosen pembimbing, hingga arahan dari yayasan mitra.

Selain kegiatan mengajar, program ini juga diiringi dengan donasi buku untuk sekolah binaan.

Tidak hanya itu, hadir pula mobil pintar, yaitu perpustakaan keliling yang berfungsi sebagai ruang belajar bergerak untuk mengajarkan membaca, menulis, dan dasar-dasar ilmu pengetahuan.

Libatkan 192 Mahasiswa, Jangkau 1.000 Anak

Program Petra Mengajar V berlangsung selama satu minggu, yakni 24–30 April 2026. Kegiatan ini melibatkan 192 mahasiswa yang terbagi dalam 64 kelompok.

Secara keseluruhan, program ini berhasil menjangkau sekitar 1.000 anak di berbagai titik di Surabaya, sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#petra mengajar V #Kreativitas Anak Muda #surabaya #uk petra