RADAR SURABAYA – Sebanyak 13 keluarga korban kebakaran di Jalan Kupang Segunting IV, Surabaya, hingga kini masih bertahan di hunian sementara.
Mereka juga bergantung pada dapur umum untuk kebutuhan sehari-hari.
Total ada 13 kepala keluarga (KK) dengan 31 jiwa yang saat ini menempati Gedung Serbaguna Kupang Segunting setelah sembilan rumah mereka hangus dilalap api.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Delapan Rumah di Kupang Segunting Surabaya
Si jago merah melalap empat rumah di Kupang Segunting Gang 4 pada Hari Kartini, 21 April lalu.
Ketua Harian PMI Surabaya Taufik Rohman Hidayat bersama rombongan menyerahkan bantuan melalui Ketua RT setempat, Ningsih, mewakili para penyintas.
Baca Juga: Kebakaran di Jalan Jawar Surabaya, Bakar Tiga Obyek, Satu Gudang Berisi Kayu Runtuh
Ningsih mengatakan, bantuan logistik tersebut sangat dibutuhkan warga, terutama untuk menjaga ketersediaan bahan makanan di dapur umum yang saat ini menjadi tumpuan para korban.
“Ini sangat membantu bagi kami, sehingga dapur umum bisa terisi lagi untuk kebutuhan makan setiap hari,” ujarnya kemarin (30/4).
Baca Juga: Polisi Dalami Kebakaran Muatan Pikap, Diduga Bawa Bahan Kimia di Jalan Gresik Surabaya
Menurut warga, dapur umum menjadi pusat aktivitas para korban sejak kebakaran terjadi. Selain untuk memasak, lokasi tersebut juga menjadi tempat berkumpul dan saling menguatkan sesama warga terdampak.
Ketua Harian PMI Surabaya Taufik Rohman Hidayat berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para keluarga yang masih belum bisa kembali ke rumah masing-masing.
Baca Juga: Kebakaran Tempat Praktik Dokter di Jalan Trunojoyo Surabaya, Tiga Orang Sempat Terjebak
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga terdampak kebakaran. Tadi kami lihat warga sudah mulai bisa tersenyum kembali dan tetap kompak bergotong royong,” katanya.
Di sisi lain, proses pemulihan mulai berjalan. Pemerintah Kota Surabaya disebut segera melakukan pembangunan kembali rumah yang rusak. Puing-puing kebakaran telah dibersihkan dan empat tim tukang disiapkan untuk mempercepat renovasi.
Warga berharap perbaikan rumah bisa segera rampung agar 13 keluarga yang kini masih bertahan di dapur umum dapat kembali menjalani kehidupan normal di tempat tinggal mereka. (dim/rek)
Editor : Vega Dwi Arista