RADAR SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan eksistensinya di panggung internasional melalui partisipasi aktif dalam ajang Forum on Clean Energy Engineering (FCEE) 2026 yang digelar di Seoul, Korea Selatan pada 18 April 2026.
Dalam forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi energi bersih dari berbagai negara tersebut, Unesa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga tampil sebagai salah satu pendukung utama penyelenggaraan konferensi.
Baca Juga: 25 Mahasiswa Baru Unesa Dapat Golden Ticket SNBP 2026, Kuliah Gratis 8 Semester!
Menurut Wakil Rektor III Unesa, Bambang Sigit Widodo yang juga berpartisipasi dalam agenda ini, menjelaskan bahwa keterlibatan Unesa menjadi langkah strategis kampus dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kontribusi di bidang inovasi energi berkelanjutan.
Bersama sejumlah institusi internasional seperti Soochow University, University of Ljubljana, UTP, dan Universiti Kuala Lumpur, Unesa berperan dalam mendukung terselenggaranya forum yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
“Keikutsertaan Unesa dalam forum ini bukan sekadar hadir, tetapi menunjukkan bahwa kita siap berkontribusi dalam percakapan global tentang energi bersih dan masa depan berkelanjutan,” ujarnya.
Delegasi Aktif Perkuat Kolaborasi Global
Delegasi Unesa yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor menghadirkan sejumlah akademisi dan peneliti yang terlibat aktif dalam berbagai agenda forum.
Baca Juga: Unesa Surabaya Siapkan UKT Rendah bagi Pendaftar KIP-K yang Belum Lolos
Mulai dari diskusi ilmiah, presentasi riset, hingga pertukaran gagasan lintas negara, seluruh rangkaian kegiatan dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi untuk menjawab tantangan global di bidang energi bersih. Kehadiran delegasi ini sekaligus mencerminkan komitmen institusi dalam mengembangkan pendidikan berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Baca Juga: Targetkan Jadi World Class University, Unesa Wajibkan Setiap Fakultas Punya Kelas Internasional
Pihak universitas menegaskan bahwa peran Unesa dalam forum ini tidak sekadar simbolik. Selain memberikan dukungan penyelenggaraan, kampus juga mengirimkan para pakar untuk mempresentasikan temuan riset terbaru, khususnya terkait integrasi teknologi dalam pendidikan dan pengembangan solusi ramah lingkungan.
Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Unesa dalam ekosistem akademik global sekaligus membuka peluang kerja sama internasional di masa depan.
Baca Juga: Preksha Meditation Unesa: Teknik Meditasi India Efektif Redakan Stres Mahasiswa dalam Hitungan Menit
“Forum ini menjadi ruang penting untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi riset lintas negara yang berdampak langsung pada pengembangan pendidikan di Unesa,” lanjutnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah delegasi Unesa seperti Binar Kurnia Prahani, Muhammad Abdul Ghofur, Lusia Rachmawati, dan Deny Arifiana turut ambil bagian sebagai presenter dan peserta aktif.
Baca Juga: Unesa Temukan Indikasi Perjokian dan Pemalsuan Dokumen dalam UTBK SNBT di Awal Ujian
Inovasi Fesyen Energi Surya Raih Penghargaan
Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh salah satu delegasi, Deny Arifiana, dosen Program Magister Industri Kreatif Unesa, yang berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam forum tersebut.
Penghargaan ini diraih melalui riset bertajuk “Integrating Renewable Energy Into Fashion: Design Innovation of Solar-Powered Travelling Wear” yang menawarkan inovasi penggabungan teknologi energi terbarukan dengan desain fesyen.
Dalam presentasinya, Deny memperkenalkan konsep pakaian perjalanan yang dilengkapi panel surya fleksibel. Inovasi ini memungkinkan pengguna memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya portabel, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai produk fesyen, tetapi juga sebagai solusi praktis dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan.
Pendekatan lintas disiplin tersebut dinilai unik karena menghubungkan sektor energi bersih dengan industri kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Capaian ini menunjukkan bahwa inovasi dari sivitas akademika Unesa mampu bersaing di tingkat global dan menawarkan solusi kreatif bagi isu energi masa depan,” kata pria yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) itu.
Komitmen Menuju Kampus Kelas Dunia
Secara keseluruhan, partisipasi Unesa dalam FCEE 2026 menegaskan posisi kampus sebagai institusi yang aktif dalam kolaborasi internasional dan pengembangan riset berdaya saing global.
Melalui keterlibatan ini, Unesa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor energi bersih dan aksi terhadap perubahan iklim. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat global. (rmt/vga)
Editor : Vega Dwi Arista