RADAR SURABAYA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan pihaknya telah mengirimkan surat teguran keras kepada manajemen Saudi Arabia Airlines. Langkah ini diambil menyusul terjadinya masalah teknis pada armada pesawat yang digunakan untuk mengangkut jemaah haji, baik dari Embarkasi Surabaya maupun Batam.
Menurut Irfan, setidaknya terdapat dua unit pesawat milik maskapai tersebut yang mengalami kendala. Satu pesawat harus menjalani perbaikan di Medan, sementara pesawat lainnya yang ditugaskan di Batam juga tidak dapat beroperasi dan harus dicarikan pengganti.
Diketahui dua pesawat Saudia, satu harus servis di Medan, kemudian satu yang di Batam tidak bisa berangkat dan harus mencari pengganti.
Baca Juga: BPBD Jatim Bersiap Hadapi Risiko Tsunami, Gelar Simulasi Evakuasi di Dua Wilayah Rawan Ini
"Inilah yang sering kita wanti-wanti kepada pihak penerbangan, harus siap. Kita bahkan sudah memaksa mereka untuk selalu siap, termasuk meminta agar pesawat cadangan selalu tersedia. Namun kenyataannya, persiapan Saudia kali ini dinilai belum maksimal. Karena itu, kita sudah menyampaikan surat peringatan dan teguran keras kepada mereka,” tegasnya, Senin (27/4) di Asrama Haji Surabaya.
Terkait jemaah dari Embarkasi Surabaya yang sempat tertunda di Medan, Irfan menyampaikan bahwa sebanyak 380 orang tersebut akhirnya diberangkatkan Senin malam ini melalui Bandara Kualanamu.
Baca Juga: Resuffle Kabinet: Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru
Terkait mengenai fasilitas yang diterima jemaah selama masa penundaan, Irfan menegaskan bahwa seluruh kebutuhan menjadi tanggung jawab penuh pihak maskapai. Pemerintah juga terus memantau langsung kondisi mereka.
“Selama terjadi penundaan, itu menjadi kewajiban maskapai untuk menyediakan akomodasi hotel dan konsumsi makan tiga kali sehari. Tim kita yang bertugas di Medan terus memantau dan mendampingi jemaah di hotel-hotel tersebut, guna memastikan seluruh hak dan kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik,” jelasnya.
Baca Juga: Lindungi Akses Sungai Kalimas, Benteng Kedung Cowek Bukti Pertahanan Berlapis Surabaya
Pria yang akrab disapa Gus Irfan juga berharap peristiwa ini tidak menurunkan semangat dan konsentrasi ibadah para jemaah. Ia justru memandang waktu jeda tersebut bisa dimanfaatkan untuk persiapan lebih matang.
“Sebenarnya kejadian ini sudah di luar kendali kita. Saya berharap hal ini tidak mengganggu konsentrasi atau membuat jemaah merasa sedih. Anggap saja ini adalah kesempatan tambahan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri, terutama memperkuat mental sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci,” imbuhnya.
Baca Juga: Transformasi BRIvolution Reignite Berbuah Manis, Segmen Commercial BRI Tumbuh Double Digit
Sebelumnya, insiden ini menimpa jemaah haji Kloter 16 Embarkasi Surabaya yang berasal dari Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Malang. Pesawat dengan nomor penerbangan SV 5323 yang berangkat dari Bandara Juanda pada Minggu (26/4) pukul 07.05 WIB, terpaksa melakukan pendaratan teknis di Bandara Internasional Kualanamu, Medankarena mengalami gangguan teknis ringan.
Demi keselamatan, penerbangan menuju Madinah harus dihentikan sementara. Seluruh jemaah kemudian ditempatkan di beberapa hotel di sekitar lokasi, yaitu Hotel Anara, Hotel Quadrant, dan Hotel Hub, sebelum akhirnya diberangkatkan kembali pada Senin (27/4).
Baca Juga: Hanya Sediakan Jasa Potong, RPH Surabaya Optimistis Jumlah Layanan Hewan Kurban Meningkat
Kendala serupa juga dialami oleh jemaah Embarkasi Batam Kloter 5 Senin (27/4). Pesawat yang akan digunakan dilaporkan mengalami kerusakan pada sistem flight control sesaat setelah tiba di Bandara Hang Nadim.
Hingga saat ini, pesawat masih dalam proses perbaikan sambil menunggu kedatangan suku cadang. Sebagai antisipasi, pemerintah telah menempatkan seluruh jemaah di lima hotel berbeda agar kondisi fisik dan kesehatan mereka tetap terjaga. (rmt/gun)
Editor : Guntur Irianto