RADAR SURABAYA - Sebanyak 29 orang jemaah haji asal Kota Surabaya dipastikan batal berangkat haji tahun ini. Pembatalan ini terjadi karena berbagai alasan, mulai dari kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan hingga ada yang meninggal dunia sebelum waktu pemberangkatan tiba.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya, Sururil Faizin, mengatakan bahwa seluruh data tersebut sudah dilaporkan ke PPIH Embarkasi Surabaya.
Terkait kursi kosong akibat pembatalan keberangkatan tersebut, pengisiannya akan disesuaikan dengan mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: Waduh! 44 Persen Daycare di Indonesia Belum Berizin
“Sampai saat ini, ada 29 orang yang sudah melapor kepada kami untuk batal keberangkatan. Alasannya ada yang sakit, dan ada juga yang meninggal dunia. Semua data ini sudah kita laporkan ke PPIH Embarkasi Surabaya. Untuk urusan penggantinya, kita serahkan sepenuhnya kepada Kanwil Kemenhaj Jawa Timur," tuturnya.
Lebih lanjut ia menyebut hingga saat ini kondisinya juga masih dinamis, karena begitu ada yang menunda maupun membatalkan keberangkatan haji pihaknya langsung memproses penggantinya.
"Namun tidak otomatis penggantinya berasal dari Surabaya, melainkan mengikuti urutan porsi cadangan yang sudah siap berangkat,” jelas Sururil.
Ditanya mengenai penyebab paling dominan, Sururil menjelaskan bahwa pembatalan atau penundaan ini tidak hanya berdampak pada satu pihak saja, namun juga pasangan atau keluarga yang ikut mendaftar bersama.
“Ada yang menunda karena sakit dan ada juga yang meninggal dunia. Bahkan kemarin ada kasus di mana suaminya meninggal, maka istrinya pun ikut menunda keberangkatan. Begitu juga bagi yang sakit, biasanya anggota keluarga yang mendaftar bersamaan juga memilih untuk menunda,” ungkapnya.
Salah satu jemaah yang meninggal dunia sebelum berangkat ke tanah suci tercatat di kloter 81. Meninggal dunia Jumat (24/6) pukul 08.30 WIB.
Baca Juga: Penggelapan Modus PO Fiktif, Mantan Supervisor di Surabaya Didakwa 3,5 Tahun Penjara
Sementara itu, dari total keseluruhan jemaah asal Kota Surabaya sebanyak 2.538 orang, hingga Minggu (26/4), sudah ada sekitar 500 orang yang diberangkatkan. Mereka tersebar di hampir setiap kloter sebagai penyangga.
“Alhamdulillah total jemaah kita ada 2.538 orang, dan yang sudah berangkat sekitar 500-an orang. Kita terbagi dalam 29 kloter, sehingga petugas kita harus bolak-balik mengawal ke asrama. Meski melelahkan, kita jalankan dengan ikhlas karena ini adalah tugas negara dan tugas yang mulia,” ujarnya.
Untuk kloter 18 yang berangkat Minggu sore ada sebanyak 236 orang jemaah.
Baca Juga: Kebakaran di Jalan Jawar Surabaya, Bakar Tiga Obyek, Satu Gudang Berisi Kayu Runtuh
“Kloter 18 ini diikuti oleh dua KBIH. KBIH Al Hikmah berjumlah 121 jemaah, sedangkan KBIH Al-Amin sebanyak 115 jemaah,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan, terdapat tiga kloter yang isinya khusus atau penuh diisi oleh jemaah asal Kota Surabaya. Ketiganya akan diberangkatkan pada tanggal 4 Mei mendatang.
“Kloter Surabaya yang full ada di nomor 50, 51, dan 52. Jadwalnya pada tanggal 4 Mei, masing-masing pukul 06.00, pukul 07.00, dan pukul 21.30 WIB. Jadi dalam satu hari penuh, ketiga kloter tersebut khusus membawa jemaah asal Surabaya,” pungkasnya. (rmt)