Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang May Day 2026, Polrestabes Surabaya Siapkan 22 Titik Kanalisasi untuk Rekayasa Lalu Lintas 

M. Mahrus • Minggu, 26 April 2026 | 14:51 WIB
PERSIAPAN: Polrestabes Surabaya akan lakukan kanalisasi untuk rekayasa arus lalu lintas saat demo peringatan May Day atau Hari Buruh.(IST/RADAR SURABAYA)
PERSIAPAN: Polrestabes Surabaya akan lakukan kanalisasi untuk rekayasa arus lalu lintas saat demo peringatan May Day atau Hari Buruh.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Menjelang May Day atau Hari Buruh Internasional 2026, Polrestabes Surabaya merancang strategi rekayasa lalu lintas berbasis kanalisasi di 22 titik krusial terutama di persimpangan padat dan lokasi putar balik di jalan Kota Surabaya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana pengamanan May Day 2026 yang mengedepankan kelancaran mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan kegiatan penyampaian aspirasi.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Lutfhie Sulistiawan melalui Wakapolrestabes AKBP Rosyid Hartanto menuturkan kanalisasi yang diterapkan merupakan metode pengaturan arus lalu lintas dengan membagi jalur kendaraan secara terstruktur.

Baca Juga: Guru Honorer Asal Malang, Sisihkan Rp 25 Ribu Sehari, Akhirnya Berangkat Haji dari Embarkasi Surabaya

Titik-titik tersebut tersebar mulai dari kawasan  Bundaran Taman Pelangi hingga jalur menuju wilayah Jalan Tembaan, Bubutan.

"Jarak antar titik pengamanan juga telah dihitung secara presisi, berkisar antara puluhan meter hingga lebih dari satu kilometer. Ini bertujuan untuk memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap potensi kepadatan maupun gangguan lalu lintas," katanya, Minggu (26/4).

Baca Juga: DPRD Surabaya Bersiap Ganti Nakhoda, Senin Jadi Hari Penentuan Kursi Ketua dan PAW Dewan

Lokasi Rekayasa Lalu Lintas dan Kanalisasi saat Demo Hari Buruh di Surabaya

Rosyid menegaskan yang menjadi titik fokus antara lain kawasan Jalan Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, hingga pusat kota seperti Tunjungan dan Tegalsari. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai jalur vital dengan intensitas kendaraan tinggi.

"Polrestabes Surabaya tentu tidak bekerja sendiri. Kekuatan personel melibatkan unsur kepolisian dari berbagai satuan, termasuk lalu lintas, samapta, hingga unit reskrim. Selain itu, dukungan dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Kota Surabaya turut memperkuat pengamanan di lapangan," tambahnya.

Baca Juga: Gunakan Hoodie Hitam, Pria Terekam CCTV Curi Motor di Jalan Penjaringan Sari Surabaya

Ia mengungkapkan jumlah personel di setiap titik disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kepadatan arus. Beberapa lokasi strategis bahkan diperkuat hingga puluhan personel guna memastikan pengendalian situasi tetap optimal.

“Pengaturan ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi. Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis,” ujarnya. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#titik kumpul #demo hari buruh surabaya #rekayasa arus lalu lintas #berita surabaya #pengalihan arus