Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Aturan Ketat di Embarkasi Surabaya, Makanan Dari Luar Dilarang Dikonsumsi Jemaah Demi Cegah Penyakit yang Hambat Keberangkatan

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 25 April 2026 | 14:12 WIB
Jemaah haji saat menikmati makanan dari luar sembari bercengkrama dengan keluarga dibalik pagar pembatas Asrama Haji Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Jemaah haji saat menikmati makanan dari luar sembari bercengkrama dengan keluarga dibalik pagar pembatas Asrama Haji Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - PPIH Embarkasi Surabaya menerapkan aturan tegas dengan melarang jemaah mengonsumsi makanan dari luar kawasan asrama. 

Kebijakan ini diambil demi menjaga kesehatan dan mencegah gangguan pencernaan yang bisa menghambat keberangkatan.

Namun, aturan ini ternyata masih dilanggar oleh sebagian jemaah. Salah satunya Musliha, jemaah asal Pasuruan, yang terlihat santai menikmati semangkok bakso bersama keluarga tepat di area kunjungan asrama.

Baca Juga: Tren Meningkat, World Taichi Surabaya Diikuti 800 Peserta se-Jawa Timur

Bagi Musliha, ini momen terakhir ingin menikmati makanan kesukaannya sebelum menempuh perjalanan jauh. Apalagi ia mendengar harga makanan serupa di Tanah Suci cukup menguras kantong.

“Pingin nyamil bakso, karena kan habis hujan juga enak makan yang berkuah. Saya dengar di Arab harga bakso mahal, jadi pengen nikmatin dulu bareng suami dan keluarga di sini sambil nunggu waktu berangkat,” ujarnya.

Meski tahu ada larangan, ia merasa tidak perlu khawatir soal kesehatan. Asalkan dimakan secukupnya, menurutnya tidak akan menimbulkan masalah.

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Embarkasi Surabaya dari Pasuruan Tertunda Berangkat karena Sakit, Istri Sudah Terbang Lebih Dulu

Nggak apa-apa, insyaallah tetap sehat. Soalnya cuma pingin saja, makannya juga secukupnya,” tuturnya.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menegaskan bahwa larangan ini dibuat demi kebaikan bersama. Seluruh makanan yang masuk ke asrama harus melalui verifikasi ketat Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK).

“Jadi nggak boleh makan di luar karena sudah ada standar atau kualifikasi yang ditentukan BBKK. Artinya, semua makanan di dalam sini sudah diawasi keamanannya. Makanya di sini tidak ada warung buka, karena pasokannya harus terkontrol penuh,” jelasnya, Sabtu (25/4).

Baca Juga: Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Ajak Kartini Muda Penggiat Fashion dan Kriya Inovatif Terapkan Sustainable Design

Anam menegaskan, larangan ini berlaku mutlak, baik makanan yang dibeli sendiri maupun yang dibawakan oleh sanak saudara. “Enggak boleh, tetap tidak boleh,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa asrama haji adalah area karantina. Keamanan pangan menjadi sangat krusial karena jika satu orang sakit, bisa berdampak pada kelancaran pemberangkatan kloter.

“Kalau makanan dari luar, kita tidak tahu kondisi kebersihannya, apakah masih segar atau tidak. Kalau tidak terkontrol, bisa memicu diare, keracunan, dan dampak terparahnya keberangkatan bisa tertunda,” ungkap Rosidi.

Pihaknya pun memastikan menu yang disediakan katering sudah disesuaikan dengan kondisi fisik jemaah lanjut usia.

Baca Juga: Bertambah, Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon Jadi 4 Orang

“Kita pastikan tidak terlalu pedas, tidak memicu asam lambung. Semua disesuaikan supaya jemaah fit dan siap melakukan perjalanan jauh,” pungkasnya. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #kesehatan jemaah haji #jemaah haji #embarkasi surabaya #Haji 2022