Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cegah Penyakit Lebih Dini, Integrasi Rekam Medis Elektronik Jadi Jurus  Pemkot Surabaya

Dimas Mahendra • Sabtu, 25 April 2026 | 04:40 WIB
Pemeriksaan kesehatan warga di salah satu rumah sakit milik Pemkot Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Pemeriksaan kesehatan warga di salah satu rumah sakit milik Pemkot Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan strategi baru dalam bidang kesehatan dengan mengintegrasikan sistem “Satu Data Satu Peta” berbasis rekam medis elektronik. 

Program ini dirancang untuk memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, dengan dukungan sistem digital terintegrasi.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 25 April 2026: Siang Terik, Sore hingga Malam Berpotensi Hujan Ringan

“Dinas Kesehatan melalui 63 puskesmas berjalan bersama. Kita turun ke seluruh wilayah kerja di Kota Surabaya untuk mengambil data,” ujarnya, Jumat (24/4).

Data yang dihimpun mencakup kebutuhan dasar kesehatan warga dan langsung diinput melalui aplikasi digital baru. 

“Aplikasi kita yang baru dibuat untuk merekam data pengambilan itu langsung dimasukkan lewat digital,” tambahnya.

Baca Juga: Ini Identitas Pelaku Pembunuhan di Jalan Pragoto Surabaya, Polisi Sita Pisau 

Program ini juga dijalankan melalui skema Home Visit yang akan digandengkan dengan Kader Surabaya Hebat (KSH). 

Dengan cara ini, data kesehatan warga dapat dikumpulkan lebih detail dan langsung terhubung ke sistem pusat milik Dinkes Surabaya.

Integrasi Rekam Medis Elektronik

Seluruh data dari puskesmas akan dihimpun dalam sistem pusat untuk divalidasi dan dianalisis sebelum ditampilkan dalam dashboard

Saat ini, integrasi juga mencakup rekam medis elektronik dari tiga rumah sakit milik Pemkot Surabaya, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.

“Sehingga kita punya rekam medis elektronik yang ada di tiga rumah sakit Kota Surabaya. Data ini akan dipetakan berdasarkan jenis penyakit dan wilayah sebarannya,” jelas dr. Billy.

Dengan sistem ini, Dinkes Surabaya dapat memantau persebaran penyakit secara lebih akurat, misalnya hipertensi atau diabetes, sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan lebih cepat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa sistem rekam medis elektronik tidak hanya digunakan oleh Dinas Kesehatan, tetapi juga harus melibatkan seluruh rumah sakit di Kota Pahlawan. 

Baca Juga: Wali Kota Eri Ganti Pola Lama Penanganan Banjir di Surabaya, Terapkan Rekayasa Aliran Air Terpadu

“Nanti semua direktur rumah sakit dikumpulkan, bentuk sebuah komunitas dokter. Rekam medisnya muncul di situ,” katanya.

Eri menekankan pentingnya sistem ini untuk memastikan pasien tetap terpantau, terutama warga kurang mampu. 

“Kalau ternyata dia tidak kontrol pada hari itu, maka tugas kami sebagai pemerintah turun ke rumahnya, kasih obat. Ya ini kenapa kami membutuhkan rekam medis,” ujarnnya.

Baca Juga: Berkunjung ke Radar Surabaya, Radar Jember Ingin Perkuat Kolaborasi dan Pengembangan Event

Ia juga menegaskan bahwa rekam medis tetap bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan layanan kesehatan. 

“Rekam medis sifatnya rahasia. Kalau digunakan untuk pencegahan kesehatan, itu diperbolehkan,” tegasnya.

Dengan sistem integrasi rekam medis elektronik, Pemkot Surabaya menargetkan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih dini dan lebih akurat.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Libatkan Mahasiswa Unair Viral di Media Sosial, Kampus Buka Suara

“Karena bagaimanapun pencegahan itu lebih bagus daripada ketika kita sakit,” pungkas Eri. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Satu Data Satu Peta #rekam medis elektronik #surabaya #kesehatan #pemkot surabaya