RADAR SURABAYA - Fenomena angin puting beliung yang muncul di sekitar Jembatan Suramadu pada Selasa (22/4) menarik perhatian masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa fenomena tersebut bukan puting beliung darat, melainkan waterspout, yakni pusaran angin yang terbentuk di atas permukaan air.
Video viral yang beredar di media sosial memperlihatkan corong angin berwarna putih di tengah laut dengan latar langit mendung dan awan gelap, sementara sejumlah kapal terlihat berada di sekitar lokasi tanpa bergerak saat angin kencang muncul.
Baca Juga: Panitia Bongkar Joki UTBK di Unesa Melalui Foto yang Pernah Digunakan Tahun Lalu
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Tanjung Perak, Sutarno, menjelaskan bahwa waterspout terbentuk dari awan cumulonimbus yang menjulang tinggi.
Proses pengembunan udara di dalam awan menciptakan turbulensi hebat hingga membentuk corong angin yang menyentuh permukaan air.
“Kalau terjadi di air namanya waterspout, kalau di darat namanya puting beliung. Fenomena ini lazim terjadi saat masa pancaroba, terutama pada transisi dari musim hujan ke kemarau di siang atau sore hari,” ujarnya.
Baca Juga: Festival Rujak Uleg dan Light Parade Bakal Jadi Magnet Wisatawan Selama HJKS Surabaya ke-733
BMKG menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari kondisi cuaca ekstrem yang kerap muncul di masa peralihan musim.
Sutarno mengingatkan masyarakat agar tetap waspada ketika melintas di Jembatan Suramadu saat terjadi angin kencang.
“Perlu diwaspadai angin kencang sekali, apalagi di atas jembatan. Masyarakat diimbau berhenti sementara karena bisa membahayakan pengendara,” katanya.
Baca Juga: DPRD Jatim Minta Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik Dikaji Ulang, Sarankan Fokus ke Mobil EV
Ia juga menekankan agar warga tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi angin kencang karena berisiko tumbang dan menimpa pejalan kaki. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari