Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ibu-Ibu PIKKA Daop 8 Surabaya Gelar Bakti Sosial, Saksikan Tari Anak Disabilitas Mulyo Joyo Enterprise

Lambertus Hurek • Rabu, 22 April 2026 | 14:13 WIB

Ibu-ibu Unit Persatuan Istri Karyawan Kereta Api (PIKKA) Daop 8 Surabaya bersama anak-anak disabilitas Sanggar Mulyo Joyo Enterprise Surabaya. (IST)

Ibu-ibu Unit Persatuan Istri Karyawan Kereta Api (PIKKA) Daop 8 Surabaya bersama anak-anak disabilitas Sanggar Mulyo Joyo Enterprise Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA – Ibu-ibu Unit Persatuan Istri Karyawan Kereta Api (PIKKA) Daop 8 Surabaya menggelar bakti sosial dengan berkunjung ke tempat latihan Sanggar Mulyo Joyo Enterprise di Gedung Kecamatan Rungkut lantai 3, Jalan Rungkut Asri Utara Nomor 1 Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini 2026.

Rombongan dipimpin Ketua PIKKA Daop 8 Surabaya Lita Daniel Johanes Hutabarat drg. Mereka disambut hangat owner sekaligus koreografer Sri Mulyani, S.Sn., M.Sos, dosen Prodi Seni Tari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya.

Suasana langsung hidup saat anak-anak disabilitas binaan sanggar mempersembahkan dua karya tari, yakni Tari Payung Silih Asih dan Tari Catatanku. Penampilan yang disuguhkan secara spontan itu memukau rombongan. Gerak yang luwes, ekspresi yang kuat, serta kekompakan para penari membuat hadirin terharu sekaligus bangga.

Baca Juga: Oknum Jaksa di Surabaya Dilaporkan, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Bawahan

Rombongan tampak antusias menikmati pertunjukan. Mereka tidak menyangka anak-anak berkebutuhan khusus mampu menampilkan tarian dengan kualitas yang luar biasa dan penuh pesan.

Lita mengatakan, ciptaan Tuhan tidak ada yang gagal. Setiap anak memiliki masa depan cerah dan penuh harapan. Dia juga mengapresiasi para ibu dari anak-anak disabilitas sebagai orang tua hebat sekaligus Kartini masa kini yang luar biasa dalam mendidik dan membesarkan anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada mereka.

Usai menyaksikan penampilan tersebut, Lita langsung mengutus anak-anak sanggar untuk tampil dalam acara peringatan Hari Kartini di kantor Unit PIKKA Daop 8 Surabaya pada 21 April 2026.

Sri Mulyani menjelaskan, Tari Payung Silih Asih mengangkat makna payung sebagai simbol perlindungan sekaligus inspirasi agar manusia tidak mudah menyerah. Dalam kehidupan sehari-hari, payung melindungi dari hujan dan terik. Payung menjadi metafora keteguhan menghadapi tantangan. Kesulitan bukan untuk dihindari, melainkan dihadapi dengan berani.

“Kita harus tetap berjalan dengan keyakinan, takdir Tuhan adalah yang terbaik. Jalani hidup dengan rasa syukur, silih asih antar sesama, saling berbagi, melindungi, dan mengasihi dengan tulus,” jelasnya.

Baca Juga: Mengapa Interaksi Awal Menentukan Efektivitas Pemasaran Digital

Untuk Tari Catatanku, Sri Mulyani menyebut karya tersebut diadaptasi dari lagu Melly Goeslaw yang kemudian dikoreografikan untuk anak-anak disabilitas. Menurut dia, tarian itu mengangkat tema perjalanan cinta dan kehidupan yang tetap dikenang meski waktu terus berlalu. Kisah tersebut menjadi “catatan” berharga dalam perjalanan hidup.

Makna yang diusung dalam Tari Catatanku antara lain kenangan tak terlupakan tentang momen kebersamaan, ketegaran dalam menghadapi kenyataan pahit, serta refleksi hidup untuk menghargai setiap peristiwa, baik suka maupun duka, sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.

Karya tersebut digarap oleh Sri Mulyani, S.Sn., M.Sos, dengan komposer Sihhono Wisnu Purwolaksito. Proses latihan juga didukung asisten pelatih Inggar Belzky Tosabila, Silvina Cahya Agita, Melza Nur Ramadania, dan Nita Angelina.

Adapun anak-anak penari yang tampil membawakan dua tarian tersebut antara lain Dita Virahestya Putri, Tis’atul Mukarromah, Muhammad Tamam Romadhon, Nuzulis Sakinah Faizun, Adel, Rizky Gusti Preyambodo, Safira Torinah, Wahyu, Sekar, Abrar, Annisa, Khansa Nazhirah, serta Rachmad Ryanda Putra Harianto. Mereka tampil dalam peringatan Hari Kartini di lingkungan KAI pada 21 April 2026.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang apresiasi terhadap potensi anak-anak disabilitas. Semangat Kartini terasa kuat: memberi kesempatan yang sama, menghargai proses, dan merayakan setiap capaian tanpa batas.(*)

Editor : Lambertus Hurek
#hari kartini #persatuan istri karyawan kereta api #anak disabilitas #Koreografer Sri Mulyani #Mulyo Joyo Enterprise