Dihadapan ratusan jemaah Gubernur Khofifah memberikan ketenangan hati dan memastikan bahwa seluruh proses perjalanan menuju Tanah Suci berjalan dengan aman dan lancar.
“Insyaallah semuanya aman dan tenang, insyaallah Allah menjaga panjenengan. Apa yang jemaah lihat di televisi ada persoalan-persoalan terkait dengan perang di Teluk, insyaallah semuanya tidak akan berdampak pada jemaah haji Indonesia. Aman dan damai. Insyaallah perjalanan dengan menggunakan pesawat dari Indonesia ke Madinah atau ke Jeddah aman,” tegasnya.
Ia juga memohon doa restu kepada para jemaah yang memiliki kesempatan beribadah di tempat-tempat yang mustajab.
Baca Juga: DPRD Surabaya Tegaskan Tolak Stigma Negatif Jukir, Dorong Penataan Parkir Berbasis Digital
Doa tersebut tidak hanya untuk keselamatan diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk keutuhan Jawa Timur, Indonesia, maupun dunia internasional.
“Mohon didoakan selama panjenengan (anda) melaksanakan ibadah haji di tempat-tempat mustajabah, terutama doakan Jawa Timur dan Indonesia aman, damai, sejahtera, dan dunia juga aman. Keluarga panjenengan juga bahagia sejahtera,” imbuhnya.
Khofifah juga mengungkapkan langkah konkret yang akan dilakukannya demi memastikan kelancaran ibadah para jemaah.
Baca Juga: Pakai Visa Kerja, 13 WNI Digagalkan Berangkat Haji oleh Imigrasi Soekarno-Hatta
Ia menyebutkan akan segera bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta untuk memastikan segala sesuatunya berjalan baik.
“Insyaallah saya besok lusa akan bertemu beliau di Jakarta," tuturnya.
Ia pun berharap Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran bagi seluruh jemaah, baik yang sedang berangkat maupun keluarga yang ditinggalkan di rumah.
Baca Juga: Penemuan Benda Mirip Rudal Gegerkan Warga Sumenep Madura
“Mudah-mudahan semuanya diberikan kemudahan, kelancaran oleh Allah SWT, diparingi kesehatan sedanten. Yang haji sehat, yang tinggal di rumah juga sehat. Amin," harapnya.
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, memaparkan data rinci mengenai keberangkatan kloter pertama ini.
Ia menjelaskan bahwa total 380 orang tersebut terdiri dari 374 jemaah, sedangkan sisanya sebanyak 6 orang merupakan petugas kloter dan PHD
Baca Juga: Chelsea Dibantai Brighton 0-3, Liam Rosenior Diteriaki Fans, Peluang Liga Champions Kian Tipis
“Jadi kloter pertama dari Kabupaten Probolinggo sejumlah 374, karena yang enam itu petugas kloter dan juga PHD seperti itu. Alhamdulillah semua lancar, semua kartu nusuk sudah diterima oleh jamaah, barcode koper juga sudah selesai, insyaallah semuanya lancar. Alhamdulillah, alhamdulillah,” jelasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari