RADAR SURABAYA – Calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Surabaya dijadwalkan memulai perjalanan menuju Tanah Suci mulai, 22 April mendatang melalui Bandara Internasional Juanda.
Seluruh perjalanan akan dilayani oleh Saudi Arabia Airlines dengan menggunakan pesawat jenis Airbus 330-300 yang memiliki kapasitas 380 orang, dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 ini.
Manager Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, mengatakan bahwa pihaknya secara khusus melayani keberangkatan jemaah dari Embarkasi Surabaya.
Baca Juga: Sejarah Hari Kartini, Kisah Perjuangan Perempuan Terkekang hingga Jadi Inspirasi Abadi
Sebanyak 5 armada pesawat jenis Airbus 330-300 telah disiapkan untuk melayani 4 hingga 5 kloter jemaah yang akan diberangkatkan setiap harinya.
“Dan dari Saudia menyiapkan 5 armada pesawat dengan tipe Airbus 330 seri 300. Insyaallah embarkasi Surabaya ini setiap harinya akan memberangkatkan 4 sampai 5 kloter. Dan itu sudah kami siapkan aircraft-nya, armadanya, insyaallah sudah ready semua,” tuturnya, Senin (20/4).
Ia menjelaskan bahwak lima pesawat tersebut akan digunakan untuk perjalanan Surabaya dan Arab Saudi, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam untuk satu kali perjalanan.
Setiap pesawat akan mengangkut satu kloter jemaah, dengan tujuan awal menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah, sedangkan pada gelombang keberangkatan kedua rute akan diarahkan ke Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah.
Secara keseluruhan, armada ini akan melayani keberangkatan sebanyak 116 kloter jemaah.
“5 armada pesawat yang akan pulang pergi (PP) Surabaya-Arab dan sebaliknya untuk melayani keberangkatan 116 kloter jemaah haji Embarkasi Surabaya,” tuturnya.
Guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan jarak jauh tanpa henti, perawatan pesawat akan dilakukan secara rutin setiap kali mendarat, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.
Proses perawatan ini dilakukan dalam waktu sekitar 2 jam, mencakup penggantian oli, pengecekan teknis, pengisian bahan bakar, hingga pembersihan kabin, sehingga pesawat langsung siap terbang kembali begitu jemaah tiba di lokasi keberangkatan.
“Jadi begitu sampai di Juanda maupun di Arab Saudi, pesawat akan ganti oli, maintenance, dan pengisian bahan bakar, pembersihan. Itu dilakukan ketika ground time 2 jam setelah mendarat. Sampai jemaah datang pesawat langsung lepas landas,” jelasnya.
Baca Juga: Tsunami Terjang Iwate, Jepang Siaga Gempa Susulan selama Sepekan
Selain kesiapan armada, pihak maskapai juga telah menyiapkan berbagai fasilitas kenyamanan bagi jemaah selama perjalanan.
Setiap penerbangan akan menyediakan tiga kali penyajian makanan, yang diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan waktu perjalanan.
Makanan pertama disajikan dua jam setelah pesawat lepas landas, kemudian disusul dengan makanan utama empat jam setelahnya, dan terakhir berupa camilan satu jam sebelum pesawat mendarat di tujuan.
Baca Juga: Dari 450 ke di Bawah 100! Cara Baru Surabaya Tekan Kenakalan Remaja
“Untuk tahun ini fasilitas yang Saudia berikan untuk pelayanan jemaah haji embarkasi Surabaya khususnya, mulai jemaah boarding, kemudian terbang ke Arab Saudi, selama perjalanan itu kami akan menyuguhkan atau menyajikan tiga makanan," tuturnya.
"Yang pertama, 2 jam setelah pesawat take off itu akan diberikan makan besar. Kemudian 4 jam setelahnya akan diberikan lagi makan besar, dan 1 jam sebelum pesawat landing akan disajikan lagi snack. Jadi ada tiga penyajian yang akan disuguhkan kepada jemaah haji embarkasi Surabaya,” imbuhnya.
Dalam setiap perjalanan, akan ditugaskan sebanyak 14 orang awak kabin. Terdapat tiga orang awak yang berasal dari Indonesia, yang kehadirannya diharapkan dapat memudahkan proses komunikasi antara petugas dan jemaah, misalnya dalam hal penyediaan menu makanan atau kebutuhan lainnya selama di pesawat.
“Seperti penyediaan menu makanan selama penerbangan supaya tidak ada kendala komunikasi,” imbuhnya.
Yusuf juga mengingatkan para calon jemaah untuk memperhatikan ketentuan terkait berat barang bawaan.
Setiap orang diperbolehkan membawa barang bawaan seberat 32 kilogram untuk koper besar dan 7 kilogram untuk barang bawaan kabin.
Ia berharap jemaah hanya membawa barang-barang yang memang dibutuhkan selama ibadah, dan tidak membawa barang yang kurang penting agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Selasa 21 April 2026: Siang Panas, Ada Peluang Hujan Ringan Disertai Petir
Secara keseluruhan, sebanyak 43.625 orang jemaah akan diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya, yang tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur saja, tetapi juga dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dijadwalkan pada Selasa (21/4), akan ada kedatangan kloter pertama jemaah yang berasal dari Kabupaten Probolinggo ke Asrama Haji Kelas 1 Surabaya, sekitar pukul 10.30 WIB.
Kemudian disusul oleh kloter kedua yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kota Malang, dan Kota Surabaya. Sementara untuk jadwal keberangkatan ke Madinah, kloter pertama dijadwalkan terbang pukul 09.30 WIB, dan kloter kedua menyusul pada pukul 13.55 WIB. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari