Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jaminan Keamanan Pangan Jemaah, Seluruh Penjamah Makanan di Asrama Haji Surabaya Jalani Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh

Rahmat Sudrajat • Senin, 20 April 2026 | 13:06 WIB
Penjamah makanan saat menjalani pemeriksaan kesehatan. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Penjamah makanan saat menjalani pemeriksaan kesehatan. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Guna memastikan keamanan dan kesehatan makanan yang dikonsumsi jemaah haji yang akan masuk Asrama Haji Surabaya, Selasa (21/4), seluruh petugas yang terlibat dalam pengolahan dan penanganan makanan di Asrama Haji telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. 

Pemeriksaan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari pengukuran tekanan darah, berat badan, tes darah, hingga pemeriksaan usus dengan metode rectal swab

Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Yuyung Setiyowati, menjelaskan bahwa selain pemeriksaan fisik, pihaknya juga telah memberikan penyuluhan khusus kepada para petugas. 

Baca Juga: Viral! Spanduk Antituyul di Tasikmalaya, Gara-Gara Warga Sering Kehilangan Uang Secara Misterius 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang baik mengenai cara mengelola pangan yang sesuai standar kesehatan, sehingga makanan yang disajikan benar-benar aman dan tidak menimbulkan risiko gangguan kesehatan bagi calon jemaah haji yang akan menginap di asrama tersebut.

“Melaksanakan penyuluhan penjamah makanan. Itu tujuannya untuk memberikan pengetahuan kepada para penjamah makanan ini bagaimana mengelola pangan yang baik, yang memenuhi syarat, sehingga nanti hasilnya itu cukup tidak ada risiko kesehatan bagi calon jamaah haji yang nanti ada yang transit di asrama haji, gitu,” ujarnya, Senin (20/4). 

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mencakup pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk rectal swab bagi setiap petugas yang terlibat.

Baca Juga: Haji 2016: Petugas Haji Diminta Berikan Pelayanan Prima di Bandara, Ciptakan Rasa Tenang bagi Jamaah

Hasil pemeriksaan tersebut saat ini masih dalam proses pengujian di laboratorium, dan nantinya akan menjadi dasar dalam menempatkan petugas sesuai dengan kondisi kesehatannya.

“Selain itu, kita juga dilakukan pemeriksaan kesehatan fisiknya dengan rectal swab bagi setiap penjamah makanan. Ya hasilnya kan ini masih belum ada hasilnya ya, karena nanti dikirim ke lab. Hasilnya nanti jadi evaluasi buat kita, apakah nanti ditempatkan di bagian mana yang tidak ada risiko kesehatannya,” jelasnya.

Terdapat lebih dari 100 orang petugas yang terlibat dalam berbagai bagian pengelolaan makanan. 

Baca Juga: Empat Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Probolinggo, Polisi Masih Olah TKP

Jumlah tersebut mencakup petugas yang langsung menangani proses pengolahan makanan maupun mereka yang bertugas di bagian pendukung yang tidak bersentuhan langsung dengan bahan atau makanan yang diolah.

“Untuk pengelolaan pangan di asrama haji ini kan tidak semuanya yang menjamah makanan kan? Nanti ada bagian yang distribusi, ada tidak langsung berhubungan dengan makanan juga ada. Totalnya ada sekitar 100 lebih," ujarnya. 

Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit, tetapi juga untuk memastikan kondisi fisik petugas cukup prima mengingat tugas mereka yang cukup padat dan menuntut tenaga yang besar. 

Oleh karena itu, dilakukan juga pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, hingga tes urine untuk menilai kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Padukan Gaya Hidup Sehat Dengan Dunia Fashion, Melalui Surabaya Sport Fashion Festival 2026

“Pemeriksaan rectal swab-nya itu, juga tensinya gitu. Termasuk tinggi badan tadi, terus kemudian tensi tadi dicek," imbuhnya. 

Bagi petugas yang dinyatakan memiliki kondisi kesehatan yang berisiko untuk menangani makanan, akan dipindahkan ke bagian lain yang tidak bersentuhan langsung dengan proses pengolahan pangan, atau bahkan disarankan untuk tidak bertugas jika kondisinya memang tidak memungkinkan.

Sementara itu, salah satu petugas penjamah makanan, Iip Fajri, menyampaikan bahwa ia telah menjalani serangkaian pemeriksaan yang diwajibkan. 

Baca Juga: Kebakaran Besar Landa Rumah Terapung Kampung Bahagia Malaysia, 1.000 Rumah Warga Hangus

Selain pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah, ia juga ditanya mengenai kebiasaan merokok. 

Sebagai petugas yang baru mulai bertugas pada tahun ini, ia menyambut baik langkah yang dilakukan oleh pihak pengelola. 

“Yang diperiksa, ya cuma kesehatan. Sama ditanya merokok apa tidak. Kemudian suntik pengecekan darah. Ya, adanya dengan pengecekan kesehatan ini ya senang saya, senang. Cek kesehatannya agar sehat,” ungkapnya. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#penjamah makanan #Haji 2026 #asrama haji surabaya #jemaah haji #makanan jemaah haji