RADAR SURABAYA - Seorang mahasiswa Nicolas A, 20, menjadi korban dugaan penipuan di Jalan Karang Menjangan, Gubeng, Surabaya, Sabtu (18/4) malam. Akibatnya motor Honda Vario 125 yang baru lunas dan sebuah ponsel merek Redmi Note 11 amblas digondol pelaku.
Nicolas mengatakan kasus tersebut berawal saat dirinya menjemput teman sekolah SMA Irsyad di komplek penginapan sekitar Bandara Juanda. Saat itu temannya transit, ingin mampir dan melihat beberapa kampus di Kota Pahlawan.
Nicolas menjemput menggunakan motor dan mengajak temannya mampir ke kampus ITS untuk salat magrib. Setelah salat, korban mengajak temannya makan di sekitar Menur Surabaya.
Baca Juga: Kronologi Mrs X Tewas Tertabrak KA di Perlintasan Rel KA Ngagel Tirto Surabaya
Kemudian usai makan, korban mengendarai motor berboncengan ke arah kampus B Unair. Sebab temannya ingin melihat kampus B Unair terlebih dahulu.
"Di tengah perjalanan ada satu motor dua orang mencegat kita. Katanya pelaku bilang kita itu mirip sama (seseorang, red) pemicu konflik di suatu daerah," ucapnya, Minggu (19/4).
Baca Juga: Dikejar Korban, Pejambret Babak Belur Dimassa di Jalan Kraton Surabaya
Korban dan temannya saat itu turun di pinggir jalan tepatnya depan gedung Pasca Sarjana kampus Unair B sambil jongkok. Tak lama kemudian dua teman pelaku datang. Korban dan temannya dikelilingi dan diinterogasi empat komplotan pelaku.
Menurut korban, pelaku saat beraksi memakai bahasa Jawa tapi bukan Surabaya seperti berlogat Madura. "Teman saya ngeyel bilang ke pelaku, kenapa nggak korbannya aja dihadirkan ke sini. Di sana pelaku berupaya memisahkan saya dan teman saya," terangnya.
Baca Juga: Laga Hidup Mati Garuda Muda! Indonesia vs Vietnam Jadi Penentu Tiket Semifinal AFF U-17 2026
Dalam hitungan beberapa menit kemudian pelaku memisahkan Nicolas dan temannya. Teman korban Irsyad dibawa pelaku ke arah tidak jauh dari lokasi. Sementara korban Nicolas dibawa pelaku ke arah Jalan Karang Menjangan depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) samping RSUD Dr Soetomo.
Sesampainya di lokasi, korban diminta untuk meninggalkan motor beserta ponsel dan kunci. Namun korban Nicolas tetap membawa kunci motor. Sedangkan untuk ponsel dan foto kopi STNK ditaruh di jok motor.
Baca Juga: Kenal dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Surabaya Jadi Korban Penipuan, Mobil Dibawa Lari
"Saya dibonceng tiga, saya di tengah diajak dua pelaku lurus terus belok kiri untuk melihat korban fiksi itu. Kemudian berhenti di pinggir jalan depan kampus A kedokteran," bebernya.
Mahasiswa semester IV jurusan Aktuaria Fakultas Sains ini mengungkapkan, saat di lokasi, pelaku meminta kunci motor korban. Namun, korban tidak menyerahkan karena sudah curiga. Komplotan pelaku juga meminta korban menaruh kunci di pagar. Hal itu juga ditolak korban.
Merasa ada yang tidak beres, korban sempat berteriak meminta tolong kepada warga dan pengguna jalan. "Saya terus ditampar. Kemudian mau lari saya dipukuli hingga jatuh. Namun kunci motor tetap saya pegang," sebutnya.
Komplotan pelaku kemudian meninggalkan korban sendiri. Nicolas kemudian meminta tolong satpam di sekitar lokasi. Setelah dicek motor yang terparkir di Jalan Karang Menjangan sudah raib. Sementara teman korban Irsyad masih berada di depan Pasca Sarjana Unair kampus B.
"Yang hilang motor Honda Vario baru lunas, foto kopi STNK dan HP merek Redmi note 11," bebernya.
Atas kejadian tersebut korban sudah melaporkan kasus dugaan pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan di SPKT Polrestabes Surabaya. Laporan telah diterima dengan nomor LP/B/825/IV/2026/SPKTPolrestabesSurabaya/Polda Jawa Timur Sabtu 18 April 2026 pukul 21.30.
"Jumlah pelaku sekitar 4 - 5 orang. Harapannya pelaku segera ditangkap. Soalnya motor baru lunas karena itu motor buat kuliah," pungkasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto