RADAR SURABAYA - Menyambut kedatangan calon jamaah haji kloter awal yang dijadwalkan tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (21/4) mendatang, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya melakukan fogging, Sabtu (18/4) di seluruh area asrama.
Fogging dilakukan mulai dari halaman luar hingga kamar-kamar yang akan ditempati jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan BBKK Surabaya, Yuyung Setiyowati, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk mengendalikan populasi nyamuk aedes aegypti, yang menjadi penyebab utama demam berdarah.
Baca Juga: Kangen Rumah, DPO Kasus Curanmor di Kalimas Udik Surabaya Akhirnya Ditangkap
Ia mengaku berdasarkan hasil pemantauan sebelumnya, pihaknya menemukan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk tersebut, terutama mengingat kondisi cuaca saat ini yang sedang dalam masa peralihan musim dengan curah hujan yang cukup tinggi.
“Beberapa waktu yang lalu ketika survei, kita menemukan tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat perindukannya, sehingga hari ini kita berusaha untuk meminimalkan, mengurangi supaya nanti ketika jamaah ada di lingkungan asrama, itu terhindar dari risiko penyakit demam berdarah," jelasnya.
Selain upaya membasmi nyamuk, pihaknya juga melakukan proses penyemprotan atau spraying yang ditujukan untuk menekan jumlah populasi lalat.
Baca Juga: Jemaah Mulai Masuk 21 April 2026, Perbaikan 120 Kamar Asrama Haji Surabaya Dikebut
Hewan ini menjadi perhatian khusus karena berperan sebagai pembawa penyakit, salah satunya diare.
“Kemudian yang kedua adalah tadi spraying, itu untuk mengurangi lalat. Jadi kita usahakan nanti di asrama haji itu tingkat kepadatan lalat sebagai vektor penyebab penyakit diare salah satu risikonya itu bisa kita kendalikan,” imbuhnya.
Yuyung memastikan bahwa seluruh area asrama dilakukan fogging, termasuk di dalam gedung maupun area sekitarnya yang cenderung lembap dan berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Baca Juga: 1.536 Peserta Serbu Surabaya Domino Tournament 2026, Hadiah Fantastis Rp200 Juta Jadi Rebutan
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan rutin terhadap keberadaan jentik nyamuk dan tempat-tempat yang berisiko hingga masa pemberangkatan jemaah haji.
“Penyemprotan ini selesai hari ini cukup. Nanti tapi selanjutnya selama proses embarkasi itu kita akan pantau terus. Jadi tempat-tempat yang sudah kita waspadai untuk adanya perindukan itu yang akan kita pantau terus,” tegasnya.
Ditanya mengenai perbandingan kondisi lingkungan dengan tahun sebelumnya, Yuyung menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan.
Baca Juga: 10 Tanda Anak Mengalami Stres dan Depresi yang Sering Luput dari Perhatian Orang Tua
Menurutnya, pengelolaan asrama haji telah berjalan dengan baik dan terus diperbaiki dari waktu ke waktu.
Berbagai perubahan telah dilakukan untuk meminimalkan tempat perkembangbiakan serangga, seperti penggantian bak penampungan air di kamar mandi dengan sistem pancuran, serta pengaturan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan terjadwal.
“Saya kira situasinya sama, enggak terlalu berbeda jauh karena asrama haji ini sudah melakukan penataan atau pengelolaan untuk itu. Karena mungkin sudah bertahun-tahun ya bagaimana mengelola sampahnya, kemudian bagaimana mengatur misalkan tempat-tempat yang menjadi perindukan nyamuk itu,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari