RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat sistem pengawasan dengan menambah Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik prioritas, terutama di tempat penampungan sementara (TPS) dan pedestrian kawasan jalan utama.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung pemantauan aktivitas publik secara real-time.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa pemkot menargetkan pemasangan CCTV di 179 titik TPS.
Baca Juga: Dibatasi Tapi Tak Dilarang, Begini Skema Penggunaan Gadget Beberapa Sekolah di Surabaya
Dari jumlah tersebut, 146 unit sudah berfungsi, sementara 33 unit lainnya masih dalam proses pemasangan.
“Yang 33 ini masih proses, karena kita juga mencari jaringan fiber optik dan jaringan listriknya. Jadi ada TPS-TPS yang memang jaringan infrastruktur pendukungnya masih minim,” kata Eddy, Jumat (17/4).
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan penyedia jaringan dan memanfaatkan infrastruktur penerangan jalan umum (PJU) sebagai sumber listrik tambahan.
Baca Juga: Pendekatan Pemkot Surabaya Berhasil, Kasus Kenakalan Remaja Berkurang Drastis
Untuk mendukung integrasi jaringan keamanan tersebut, Pemkot Surabaya juga bekerja sama dengan pengusaha perkantoran, pertokoan, dan mal.
Eddy mengungkapkan bahwa pemkot menjalin kerja sama agar bisa mengakses CCTV luar ruangan milik pengusaha yang mengarah ke pedestrian dan jalan utama.
“Saat ini sedang kerja sama dengan perkantoran dan mal untuk bisa mengakses CCTV-nya yang di luar, sehingga pemerintah kota tidak perlu melakukan pengadaan CCTV, tapi hanya minta bantuan akses,” jelasnya.
Kerja sama ini diharapkan memperluas jangkauan pengawasan tanpa menambah beban anggaran, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga keamanan kota.
Manfaat dan Fungsi CCTV
Dengan adanya integrasi CCTV, Pemkot Surabaya dapat memantau ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas), termasuk aktivitas parkir dan kejadian di ruang publik.
“Kita sudah kerjasama khususnya di jalan utama. Mulai dari Jalan Panglima Sudirman sampai Jalan Ahmad Yani, ada 70 pengusaha yang sudah dikumpulkan oleh Pak Wali,” tambah Eddy.
Selain itu, CCTV juga akan membantu aparat penegak hukum (APH) dalam melakukan gerak cepat ketika terjadi kasus yang meresahkan masyarakat.
Sinkronisasi Jaringan CCTV
Baca Juga: Gubernur Khofifah Terima Stafsus Presiden, Pastikan UMKM Jatim Adaptif dan Naik Kelas di Era AI
Pemkot Surabaya bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sedang mengkaji sinkronisasi fitur CCTV dari berbagai merek agar bisa terhubung dalam satu jaringan.
“Ada penyamaan fitur, karena CCTV mereka mereknya berbeda-beda. Kami sedang mencari cara agar bisa dijadikan satu rumah jaringan,” jelas Eddy.
Langkah ini penting agar sistem pengawasan lebih efisien dan terintegrasi, sehingga data dari berbagai sumber bisa dipantau secara bersamaan melalui Call Center 112 room. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari