Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Resmi Dilantik, PPIH Surabaya Siap Layani Haji 2026, Menu Makanan Selama Penerbangan Diuji Tak Boleh Pedas dan Asam

Rahmat Sudrajat • Jumat, 17 April 2026 | 12:27 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pelantikan PPIH dan pengujian makanan selama penerbangan. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pelantikan PPIH dan pengujian makanan selama penerbangan. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya resmi dilantik di Asrama Haji Surabaya. Acara ini dilakukan secara serentak se-Indonesia melalui daring dan menjadi tanda dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 21 April mendatang. 

PPIH Embarkasi Surabaya akan melayani 43.200 jemaah dari Jawa Timur, Bali, dan NTT yang akan diberangkatkan melalui 116 kloter. 

Selain pelantikan, juga melakukan meal test atau pengecekan kualitas makanan. Tahun ini, kebijakan khusus diterapkan pada menu sajian selama penerbangan agar lebih ramah di lambung dan menjaga kesehatan jemaah.

Baca Juga: Berantas Rokok Ilegal, Satpol PP Jatim Amankan 9 Juta Batang selama Januari hingga Maret

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan bahwa kerja keras tim sebenarnya sudah berjalan jauh sebelum pelantikan ini digelar. 

Salah satu bukti kemajuan yang signifikan adalah selesainya proses administrasi perjalanan.

“Semua visa jemaah haji kita sudah keluar, itu artinya kerja keras mereka sudah terbayar,” terangnya, Jumat (17/4). 

Baca Juga: Haji 2026: Jemaah Haji Wajib Vaksin Meningitis dan Polio, Data Terintegrasi ke Nusuk

Kesiapan konsumsi menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan makanan yang disajikan aman dan nyaman dikonsumsi oleh jemaah lansia maupun yang memiliki masalah pencernaan.

“Yang tidak suka pedas sudah diantisipasi. Menu utama dibuat tidak pedas dan tidak asam, namun bumbu atau sambal tetap disiapkan terpisah bagi yang menyukainya,” tuturnya. 

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi agar kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga prima selama dalam perjalanan udara yang cukup panjang.

Baca Juga: Tragedi Penembakan Massal Sekolah di Turki: Remaja 14 Tahun Bawa 5 Senpi, 9 Meninggal, 13 Terluka 

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Irfan juga menginformasikan adanya inovasi baru. 

Tahun ini pemerintah mulai menguji skema embarkasi tanpa asrama haji, yang dicoba pertama kali di Yogyakarta dengan memanfaatkan hotel dekat bandara.
 
“Kalau ini berhasil mungkin bisa diperluas ke daerah lain yang ingin menjadi embarkasi tanpa memiliki asrama haji,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang juga hadir dalam pelantikan PPIH menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia pun mengapresiasi penambahan kuota jemaah yang cukup signifikan tahun ini.

Baca Juga: Sungai Pemalang Tersumbat Limbah Usus Hewan, Warga Keluhkan Bau Menyengat

“Kami bersyukur Jawa Timur mendapat tambahan jamaah cukup signifikan, ini menjadi harapan untuk mengurangi panjangnya antrean,” katanya.

Untuk jangka panjang, pengembangan embarkasi juga terus disiapkan. Selain Bandara Juanda, Bandara Dhoho Kediri diproyeksikan menjadi embarkasi tambahan karena dinilai layak secara infrastruktur, meski penyediaan fasilitas pendukung seperti asrama haji masih akan dibahas lebih lanjut. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#Haji 2026 #surabaya #Kemenhaj #jemaah haji #PPIH Surabaya