Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ritme Pengangkutan Sampah Berubah, Pemkot Surabaya Operasikan Truk pada Malam Hari

Dimas Mahendra • Kamis, 16 April 2026 | 11:54 WIB
KENYAMANAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pengangkutan sampah oleh truk hanya akan dilakukan malam hari.(IST/RADAR SURABAYA)
KENYAMANAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pengangkutan sampah oleh truk hanya akan dilakukan malam hari.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merombak total pola pengangkutan sampah. Jika sebelumnya dilakukan siang hari, kini armada pengangkut dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dijadwalkan beroperasi pada malam hari.

Kebijakan ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan strategi baru untuk mengurai kemacetan sekaligus menjaga kebersihan kota sejak pagi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar aktivitas pengangkutan sampah tidak lagi berbenturan dengan jam sibuk warga.

Baca Juga: Kado HJKS ke-733: Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB, Catat Jadwalnya

“Kalau truk sampah jalan pagi atau siang, pasti mengganggu lalu lintas. Dengan malam hari, ritme kota tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, pengangkutan malam hari juga membuat proses distribusi sampah ke TPA Benowo menjadi lebih cepat. Jalan yang lebih lengang memungkinkan armada bergerak tanpa hambatan, sehingga tumpukan sampah di TPS bisa segera terurai.

Baca Juga: Gegara Mabuk Arak, Pria Aniaya Kekasih hingga Kedua Tangan Patah di Manukan Kulon Surabaya 

Tak hanya itu, kebijakan ini juga berdampak pada efisiensi operasional. Konsumsi bahan bakar hingga tingkat keausan kendaraan dinilai bisa ditekan karena waktu tempuh lebih singkat dan minim kemacetan.

“Dengan operasional yang lebih lancar, otomatis BBM lebih hemat dan perawatan kendaraan juga lebih ringan,” tambahnya.

Baca Juga: Sindikat Perdagangan Sisik Trenggiling Senilai Rp 8,4 Miliar di Bulak Surabaya Dibongkar Polda Jatim

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M. Fikser, menyebut perubahan ini menjadi bagian dari penyesuaian sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Ini bukan hanya soal jadwal, tapi perubahan kultur pengangkutan sampah supaya lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Pabrik Ilegal Whip Pink Digerebek, Ribuan Tabung Gas N2O Siap Edar Disita

DLH juga menegaskan bahwa TPS hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga. Untuk sampah berukuran besar seperti sofa, kasur, dan lemari, warga diminta langsung membuang ke TPA yang telah disediakan.

Sebagai langkah penguatan di lapangan, Pemkot Surabaya telah menginstruksikan sosialisasi masif hingga tingkat RT/RW, termasuk kepada petugas penarik gerobak sampah agar mengikuti pola baru tersebut.

Dengan skema ini, Pemkot berharap wajah Surabaya di pagi hari akan jauh lebih bersih, tanpa tumpukan sampah dan tanpa gangguan lalu lintas dari truk pengangkut.

Baca Juga: Cuma Buka Foto WhatsApp, Uang Bisa Raib! Modus Penipuan Digital Makin Canggih

Perubahan ini sekaligus menandai transformasi sistem kebersihan kota—dari sekadar rutinitas menjadi manajemen yang lebih efisien, terukur, dan ramah bagi aktivitas warga. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#sampah #Pengangkutan #berita surabaya terkini #pemkot surabaya #truk