RADAR SURABAYA - Cuaca untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya pada Kamis, 16 April 2026, menunjukkan kondisi cuaca yang cenderung tidak stabil sepanjang hari. Sejak pagi hingga malam, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan turun secara berkala, disertai langit berawan hingga mendung.
Pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, cuaca didominasi oleh hujan ringan dengan kondisi langit sebagian besar berawan. Suhu udara berada di kisaran 25 hingga 27 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi, mencapai lebih dari 85 persen. Angin bertiup lemah dari arah utara dengan kecepatan rata-rata 3–4 km/jam.
Baca Juga: Vincent Kompany: Penunjukan Eta Jadi Terobosan Sepak Bola Jerman
Memasuki pagi menjelang siang, tepatnya pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, suhu udara mulai meningkat hingga mencapai 32 derajat Celsius. Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi dengan intensitas yang relatif stabil. Tutupan awan mulai bervariasi dari berawan hingga pecah menjadi awan sebagian.
Pada periode siang hingga sore hari, yakni pukul 12.00 hingga 16.00 WIB, suhu udara mencapai puncaknya di kisaran 32–33 derajat Celsius dengan suhu terasa hingga menyentuh 40 derajat Celsius. Hujan ringan masih diprakirakan turun secara sporadis, sementara kondisi langit berangsur menjadi cerah berawan. Kecepatan angin sedikit meningkat hingga 7 km/jam.
Menjelang malam, sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, suhu udara mulai menurun ke angka 27–30 derajat Celsius. Hujan ringan masih terjadi dengan tutupan awan yang kembali meningkat menjadi berawan tebal. Kelembapan udara juga kembali naik hingga di atas 80 persen.
Baca Juga: Naik Lagi! Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Serentak Menguat Rabu 15 April
Pada malam hari, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir. Cuaca diperkirakan berubah menjadi hujan badai lokal dengan langit mendung hingga tertutup awan. Suhu udara berada di kisaran 26–27 derajat Celsius dengan peluang hujan meningkat hingga 40 persen.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur tengah memasuki masa peralihan atau pancaroba menuju musim kemarau. Pada periode ini, potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi, termasuk hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah daerah di Jawa Timur dilaporkan mengalami kejadian banjir dan longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat diharapkan untuk selalu memperbarui informasi cuaca terkini dan mengambil langkah antisipasi, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan atau di wilayah rawan bencana. (*)
Editor : Lambertus Hurek