RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Minggu, 12 April 2026, diprakirakan mengalami perubahan signifikan sepanjang hari. Pagi hari dimulai dengan kondisi berawan hingga cerah berawan, sebelum berangsur menjadi panas terik pada siang hari, dan berpotensi hujan disertai petir pada sore hingga malam.
Pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, cuaca cenderung berawan dengan suhu berkisar 25–27 derajat Celsius. Memasuki pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, kondisi berubah menjadi cerah berawan hingga cerah dengan suhu meningkat dari 28 hingga 32 derajat Celsius.
Menjelang siang, tepatnya pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, cuaca diprakirakan cerah hingga sebagian besar cerah dengan suhu mencapai puncaknya di kisaran 33 derajat Celsius. Suhu terasa lebih panas dengan indeks panas mencapai hingga 41 derajat Celsius.
Memasuki pukul 14.00 WIB, potensi hujan mulai muncul dengan kemungkinan hujan petir ringan disertai awan tersebar. Kondisi ini berlanjut pada pukul 15.00 hingga 18.00 WIB dengan hujan petir yang diperkirakan semakin intens, suhu perlahan turun dari 32 menjadi 28 derajat Celsius.
Pada malam hari, pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, hujan masih berpotensi terjadi meski dengan intensitas yang mulai menurun, berupa hujan ringan hingga sedang. Suhu malam berkisar antara 26–27 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi.
Baca Juga: Arsenal Kalah 1-2 dari Bournemouth, Posisi Puncak Klasemen Liga Inggris Terancam
Kecepatan angin sepanjang hari relatif ringan, berkisar antara 2 hingga 8 km/jam dengan arah dominan ke utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah Jawa Timur saat peralihan musim atau pancaroba. Sebab, saat ini sedang memasuki fase peralihan dari musim hujan ke kemarau.
"Selama periode peralihan ini, cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas deras, angin kencang, hingga hujan es berpotensi masih terjadi," kata BMKG.
Masih adanya potensi cuaca ekstrem merupakan dampak dari fenomena atmosfer gelombang Rossby yang menyebabkan pembentukan awan hujan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari. (*)
Editor : Lambertus Hurek