Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Diancam Sajam, Motor Dirampas Komplotan Begal di Jalan Pandaan Surabaya, Begini Kronologinya

M. Mahrus • Kamis, 9 April 2026 | 18:03 WIB
LOKASI: Kejadian perampasan sepeda motor oleh komplotan begal terjadi di Jalan Pandaan, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
LOKASI: Kejadian perampasan sepeda motor oleh komplotan begal terjadi di Jalan Pandaan, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - FS, 15, seorang pelajar menjadi korban perampasan motor atau begal di kawasan Jalan Pandan, Genteng, Surabaya, Rabu (8/4) malam. Selain merampas motor, pelaku juga merampas ponsel dan menganiaya korban.

Kakak kandung korban Fahmi, 25, menceritakan kasus tersebut bermula saat adiknya keluar rumah bersama temannya mengendarai motor sendiri-sendiri pukul 18.30.

Di awal perjalanan, saat melintas di Jalan Tuwowo tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Namun, tiba-tiba saat melintas atau masuk Jalan Rangkah II, laju motor korban dipotong oleh komplotan pelaku yang berjumlah empat orang yang tidak dikenal.

Baca Juga: Bursa Transfer Panas! Liverpool Gaspol Kejar Camavinga, Real Madrid Incar Mac Allister

"Adik saya diancam sajam dan dipaksa bonceng tiga pelaku digiring ke arah Jalan Pandan," ucapnya kepada Radar Surabaya, Kamis (9/4). 

Pemuda asal Jalan Kapas Madya menambahkan selama di perjalanan adiknya diancam supaya diam dan tidak berontak. Korban juga dipukuli selama dibonceng. Dia dibawa komplotan pelaku berputar-putar hingga ke kawasan Jalan Kusuma Bangsa atau belakang salah satu mal. "Pelaku melakukan eksekusi terakhir setelah belok masuk di Jalan Pandan tersebut," terangnya. 

Baca Juga: Viral! Wanita di Malang Terbuai Janji Manis, Ternyata Dinikahi Sesama Jenis 

Menurut Fahmi, adiknya sudah berteriak ada lumayan banyak pegawai jasa ekspedisi. Korban kemudian dibantu pegawai ekspedisi mengejar pelaku."Tetapi pelaku terlalu sat-set dan tidak terkejar. Kerugian satu unit motor Vario beserta STNK, dan satu ponsel," bebernya. 

Tak hanya mengalami kerugian materiil, korban juga mengalami luka fisik lebam di pipi, pelipis dan punggung. "Keluarga sudah melapor semalam. Saat ini sedang dalam penanganan Polsek Genteng," ungkapnya.

Baca Juga: Program Bus Pedagang Subuh Dorong Ekonomi Rakyat di Jawa Timur

Sementara salah satu karyawan ekspedisi di Jalan Pandan Krisna, 20, membenarkan bahwa temannya sempat membantu korban untuk mengejar pelaku yang merampas motor di Jalan Pandan. "Kejadian jam 19.00 malam. Korban sempat teriak-teriak maling. Terus dibantu sama tiga teman saya mengejar pelaku," ujarnya. Namun saat itu karyawan ekspedisi dan korban kehilangan jejak di kawasan pertigaan jalan dekat mal.

"Pelaku terekam CCTV tiga orang bawa motor sendiri-sendiri. Kemungkinan yang satu itu membawa motor korban," imbuhnya. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bersih-Bersih Aset, Bongkar Bangunan Liar di Pasar Simorejo Timur

Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan korban perampasan motor di Jalan Pandan sudah melapor. "Saat ini kami lakukan penyelidikan," ucapnya.(rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Pandaan #kriminal surabaya #begal #motor #perampasan