Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lewat Surabaya Industrial and Labour Festival 2026, Pemkot Tancap Gas Tekan Angka Pengangguran

Dimas Mahendra • Rabu, 8 April 2026 | 19:11 WIB
ANTUSIAS: Ribuan pencari kerja saat antre di Surabaya Industrial and Labour Festival 2026, Balai Pemuda, Surabaya. Ini cara Pemkot Surabaya tekan angka pengangguran.(IST/RADAR SURABAYA)
ANTUSIAS: Ribuan pencari kerja saat antre di Surabaya Industrial and Labour Festival 2026, Balai Pemuda, Surabaya. Ini cara Pemkot Surabaya tekan angka pengangguran.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggeber strategi baru untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui Surabaya Industrial and Labour Festival 2026. Forum ini tak hanya menghadirkan bursa kerja, tetapi juga mendorong industri naik kelas hingga menembus pasar ekspor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengungkapkan saat ini TPT Surabaya berada di angka 4,81 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut ditargetkan turun sesuai RPJMD menjadi 4,48 persen.

“Kita punya pengangguran terbuka 4,81 persen. Ini harus kita berdayakan, salah satunya dengan mendorong industri naik kelas lewat ekspor,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Signifikan, Disperindag Jatim Bongkar Penyebabnya

Menurut Hebi, SIL Festival menjadi strategi kunci dengan menggabungkan job fair dan business matching dalam satu forum. Melalui skema ini, industri kecil dan menengah (IKM) didorong menembus pasar global, sehingga membuka peluang kerja baru.

“Nah, kalau industri sudah ekspor, otomatis ada peluang lowongan kerja yang bisa dimanfaatkan oleh pencari kerja di Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga: Tersangka Penipuan Sembako Murah di Surabaya Ditahan Polres Tanjung Perak, Ini Pengakuannya

Dalam pelaksanaannya, festival ini menghadirkan sekitar 1.200 lowongan kerja dari berbagai perusahaan. Antusiasme masyarakat pun tinggi, dengan jumlah pelamar yang mencapai hampir 3.000 orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.900 pelamar lolos tahap awal dan melanjutkan ke proses walk-in interview hingga psikotes.

Baca Juga: PSG vs Liverpool Memanas! Vitinha: Tak Ada yang Diunggulkan

“Outcome-nya jelas, bagaimana warga Surabaya ini bisa bekerja,” tegas Hebi.

Tak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja, SIL Festival juga menjadi ruang pembelajaran bagi pelaku industri, khususnya terkait pengembangan industri berkelanjutan dan berorientasi ekspor.

Baca Juga: Percepat Pengisian Jabatan Kepala Sekolah di Jatim, Dindik Cari dari Kalangan Guru

Dalam rangkaian acara, Pemkot juga menggelar seminar industri hijau serta forum ketenagakerjaan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

“Ini forum yang bagus untuk pelaku usaha, terutama IKM, belajar bagaimana menciptakan industri yang berkelanjutan,” katanya.

Menariknya, kegiatan ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan sponsor.

Baca Juga: Harga Avtur Melonjak, Biaya Haji 2026 Terancam Naik

Ke depan, program ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Pemkot Surabaya memastikan SIL Festival akan terus digelar sebagai strategi berkelanjutan dalam menekan pengangguran.

“Kegiatan ini tidak hanya tahun ini, tapi akan kita lanjutkan di tahun-tahun berikutnya,” pungkas Hebi.

Baca Juga: Siap Sambut Jemaah, BBKK Lakukan Pemeriksaan Sanitasi Lingkungan Asrama Haji Surabaya

Dengan pendekatan yang mengintegrasikan penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri, Pemkot Surabaya optimistis angka pengangguran dapat ditekan sekaligus mendorong ekonomi kota lebih kompetitif di level global. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#bursa #berita surabaya hari ini #kerja #lowongan #pemkot surabaya