RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) akan melakukan verifikasi lapangan terhadap ribuan calon mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) pada tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa data yang diajukan oleh calon mahasiswa sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa Unesa menerima sekitar 1.200 calon mahasiswa yang terdaftar sebagai eligible KIP-K. Proses verifikasi ini krusial untuk menentukan kelayakan penerima.
Baca Juga: Jadi Alternatif Destinasi Wisata, Wisata Perahu Kalimas Surabaya Ramai Saat Liburan
“Unesa ada 1.200 yang menerima eligible KIP-K. Untuk memutuskan apakah dia itu layak diterima atau tidak, dalam artian data yang diinput itu benar atau tidak, maka kami perlu melakukan verifikasi,” tutur Martadi, Senin (6/4).
Martadi menambahkan, tim Unesa akan mendatangi langsung kediaman calon mahasiswa untuk melihat kondisi rumah dan memverifikasi data ekonomi melalui tetangga atau lingkungan sekitar.
“Jadi, kami nanti akan mendatangi lokasi anak, melihat kondisi rumahnya kayak apa, tanya ke tetangganya apakah benar kondisi ekonomi yang diisikan. Kalau nanti oke, clear, maka dia akan lolos,” imbuhnya.
Data calon penerima KIP-K baru saja diterima dan saat ini sedang dikoordinasikan oleh tim kemahasiswaan untuk segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Pasar Kupang Surabaya Sudah Ada Sejak 1920-an, Kini Cuma Ramai di Pinggir Jalan
Pengumuman resmi penerima KIP-K akan dilakukan pada 10 April mendatang. Bagi calon mahasiswa yang terdaftar KIP-K namun tidak berhasil lolos seleksi, Unesa telah menyiapkan kebijakan khusus untuk tetap mendukung keberlanjutan studi mereka.
“Untuk yang ber-KIP-K tapi belum berhasil lolos KIP-K, maka ada kebijakan dari Unesa akan ditempatkan pada UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang terendah. Jadi biar mereka kemudian tetap bisa berkuliah dengan biaya yang seminim mungkin. Kalau paling rendah itu Rp 500 ribu satu semester,” jelas Martadi.
Sebelumnya, Unesa juga membuka beasiswa Golden Ticket untuk jalur SNBP. Dari sekitar 1.500 pendaftar, hanya 600 orang yang eligible dan 25 orang terpilih sebagai penerima. Martadi juga menyebutkan bahwa tahun ini tidak ada penerima dari jalur content creator meskipun ada 16 pendaftar, karena belum ada yang memenuhi syarat yang ditetapkan. (*)
Editor : Lambertus Hurek