RADAR SURABAYA - Senin, 07 Agustus 2023 mungkin menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh Saad Abdullah, 22. Pada hari itu tepatnya dini hari sekitar pukul 01.00 WIB keduanya menjadi korban aksi pembegalan sekelompok orang dengan modus operandi menyamar menjadi polisi.
Peristiwa bermula, saat Saad yang berprofesi sebagai driver ojek online bersama kerabatnya Ihwan, 16 menuju kawasan Surabaya utara untuk membeli makanan di kawasan Sidotopo, Surabaya. Namun, niat sederhana tersebut berubah menjadi pengalaman mencekam.
Baru beberapa langkah dari motor yang diparkir, keduanya tiba-tiba disergap oleh sekitar 5–6 orang tak dikenal. Para pelaku datang secara bergerombol dan langsung menggiring korban dengan dalih sebagai anggota kepolisian.
Tanpa banyak pilihan, korban dibawa menuju lokasi sepi di sekitar traffic light (TL) Unair Kampus C, Jalan Dr Ir H Soekarno, Mulyorejo. Di tempat itulah, aksi perampasan terjadi.
Dua unit ponsel milik korban, yakni Oppo F9 dan Oppo A3S, dirampas oleh pelaku dengan total kerugian sekitar Rp2 juta. Tidak hanya itu, motor Honda Beat yang digunakan korban juga sempat menjadi incaran.
“Saya sempat melawan, kejar-kejaran sampai tonjok-tonjokan. Tapi HP tetap diambil namun motor bisa saya selamatkan,” ujar Saad.
Dalam kondisi terdesak, Saad berusaha mempertahankan motornya dengan mencabut kunci kontak sebelum melarikan diri untuk meminta pertolongan. Aksi nekat itu membuat pelaku gagal membawa kabur kendaraan korban.
Sejumlah pengendara yang melintas di kawasan Merr sempat memberikan bantuan setelah melihat korban berlari ketakutan. Situasi tersebut membuat para pelaku panik dan akhirnya melarikan diri.
Korban sempat mencoba mengejar, namun komplotan begal sudah lebih dulu kabur menggunakan motor tanpa pelat nomor.
Dari pengamatan korban, para pelaku mengenakan masker dan salah satu di antaranya membawa benda menyerupai pistol. Namun setelah dicermati, benda tersebut diduga hanya korek api berbentuk senjata. Selain itu, pelaku juga terlihat membawa senjata tajam.
Kecurigaan korban semakin kuat saat mendengar percakapan pelaku yang meminta menunggu situasi jalanan sepi sebelum beraksi. Hal itu dinilai tidak lazim bagi aparat kepolisian.
“Katanya polisi, tapi kok takut ramai. Di situ saya yakin mereka bukan polisi,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, Saad mengaku mengalami trauma dan kehilangan alat utama untuk bekerja sebagai ojol. Hingga kini, ia belum bisa kembali mencari nafkah karena belum mampu membeli ponsel pengganti.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Korban berharap pelaku segera ditangkap dan kejadian serupa tidak kembali terulang.(Ida/fir)
Editor : M Firman Syah