RADAR SURABAYA - Komunitas dakwah yang diinisiasi Abdulkadir Baraja di Surabaya menggelar acara Halal Bihalal yang dihadiri sejumlah komunitas dakwah di bidang pendidikan, masjid dan sosial, Minggu (5/4) pagi.
Tak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga dakwah demi mencetak generasi unggul dan berkarakter.
Acara yang diinisiasi oleh Abdulkadir Baraja tersebut dihadiri oleh Plt Sekjen Kemdiktisaintek RI Badri Munir Sukoco, serta Menteri Pendidikan RI periode 2009–2014 Muhammad Nuh sebagai narasumber.
Selain itu, hadir pula pimpinan sekitar 50 lembaga dakwah dari berbagai bidang, mulai pendidikan, masjid, hingga sosial, serta sekitar 280 peserta lainnya.
Dalam sambutannya, Abdulkadir Baraja menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat.
“Jika lembaga dakwah yang ada berkolaborasi bersama, akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat,” ujar Abdulkadir Baraja.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga peran lembaga dakwah agar tetap berada di jalur yang konstruktif dalam membangun bangsa.
“Jangan sampai ada salah satu di antara lembaga yang justru ikut andil dalam menghancurkan negara kita. Agar negara ini berdaulat, maka dibutuhkan warga negara yang berkualitas,” tegasnya.
Menurut mubaligh nasional tersebut, salah satu ciri warga negara berkualitas adalah memiliki kompetensi yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter yang harus berjalan beriringan dengan pembelajaran.
“Lembaga pendidikan harus membekali peserta didik dengan dua hal, yakni pembelajaran dan karakter,” jelasnya.
Ia merinci, pendidikan karakter mencakup akhlak kepada Tuhan, Rasul, orang tua, guru, sesama, lingkungan, hingga diri sendiri.
Melalui kegiatan ini, Abdulkadir berharap Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga dakwah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista