RADAR SURABAYA - Puluhan warga yang tinggal di Jalan Sido Kapasan X, Simokerto Surabaya diduga keracunan usai menyantap makanan tahlilan di salah satu rumah warga setempat yang punya hajat. Empat orang dirawat inap di rumah sakit dan 18 orang menjalani rawat jalan.
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga butuh bantuan medis karena keracunan melalui 112 pada Sabtu (4/4) pukul 11.00.
Petugas medis Puskesmas dan TGC dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pengecekan.
Baca Juga: Cegah Keberangkatan Ilegal, Pengawasan Haji 2026 Diperketat
"Jadi ada orang hajatan pada 31 Maret 2026 lalu. Ada keracunan (makanan) itu baru dilaporkan hari ini," ujarnya kepada Radar Surabaya, Sabtu (4/4).
Linda mengungkapkan, diduga warga keracunan dari makanan saat acara tahlilan di salah satu rumah warga. Untuk gejalanya ada yang muntah dan diare.
"Ada 18 orang yang dirawat jalan dan 4 dibawa ke rumah sakit. Dua orang ke RSUD Soewandi, satu rumah sakit PHC, dan satu rumah sakit Al Irsyad," jelasnya.
Baca Juga: Kuras Penampuangan Air, 4 Pekerja di Proyek Jagakarsa Tewas, 3 Lainnya Sesak Napas
Pihaknya menuturkan untuk 18 orang rawat jalan setelah dilakukan asesmen Puskesmas tim medis dinyatakan boleh rawat jalan. Meski demikian mereka tetap dalam pantauan.
Sementara Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik menambahkan, setelah menerima laporan dari warga anggota Polsek Simokerto langsung ke lokasi, puskesmas dan rumah sakit pukul 11.30
"Dari keterangan yang kita himpun bahwa itu bermula ada warga yang hajatan tujuh harian Selasa (31/3). Setelah besoknya hari Rabu (1/4) itu ada yang merasa sakit mual- mual. Baru Sabtu ini ada laporan," ucapnya.
Baca Juga: Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon Diterbangkan dari Turki, Tiba di Indonesia Sabtu Sore
Mantan Kapolsek Sukomanunggal ini menegaskan, saat acara ada kurang lebih yang hadir tahlilan 70 orang.
"Tapi yang merasa sakit mual-mual 26 orang. Tapi semua sudah rawat jalan. Hasil penelusuran 4 orang masuk rumah sakit," sebutnya.
Para korban mayoritas warga Sidokapasan dan ada satu warga Jalan Kunti. "Ini masih kita lidik dulu ya dari apa makanannya. Bekerja sama dengan rumah sakit dan Polrestabes Surabaya. Saat ini kita melakukan pemeriksaan kepada yang punya hajat untuk minta keterangan," pungkasnya. (rus)
Editor : Nurista Purnamasari