RADAR SURABAYA - Suasana Gedung BK3S Jawa Timur tampak semarak pada peringatan Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) yang digelar Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Jatim. Kegiatan ini melibatkan ratusan anak dengan down syndrome bersama orang tua mereka dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ketua pelaksana kegiatan, Nur Jannah, mengatakan peringatan HDSD tahun ini berlangsung meriah karena memberi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan bakat yang mereka miliki.
“Kegiatan hari ini yang memperingati Hari Down Syndrome Dunia berlangsung sangat meriah, karena melibatkan anak-anak down syndrome dan juga orang tuanya,” ujarnya, Kamis (2/4) sore.
Sebelum tampil di acara tersebut, para peserta telah mendapatkan pembinaan dan pelatihan di Rumah Hebat Down Syndrome (RHDS). Di tempat itu, anak-anak dilatih mengembangkan kemampuan serta mengekspresikan bakat mereka.
Beberapa penampilan yang ditunjukkan di antaranya bermain angklung, jimbe, fashion show, hingga tari-tarian. Menurut Nur Jannah, berbagai alat dan fasilitas pendukung kegiatan di RHDS juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Di sana kami memberikan fasilitas termasuk alat-alat pendukungnya. Semuanya dipinjami oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam proses perkembangan anak-anak down syndrome. Dukungan keluarga dinilai sangat berpengaruh dalam membangun rasa percaya diri serta kemandirian anak.
“Peran orang tua sangat penting, karena mereka yang harus mendukung anak-anaknya agar lebih berkembang dan percaya diri,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sekitar 125 anak down syndrome hadir dengan didampingi orang tua masing-masing. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Madura, Kediri, dan sejumlah wilayah lainnya.
Peserta yang terlibat juga beragam, mulai dari anak usia balita hingga remaja setingkat SMA. Melalui berbagai aktivitas kreatif tersebut, panitia berharap anak-anak dapat belajar lebih mandiri dan siap berinteraksi di tengah masyarakat.
“Harapannya ketika mereka terjun ke masyarakat bisa diterima dengan baik, tidak dianggap berbeda. Mereka adalah individu yang memiliki keunikan dan potensi,” tutur Nur Jannah.
Baca Juga: Diduga Akibat Korsleting, Lantai Dua Rumah Warga Gubeng Jaya Surabaya Terbakar
Sementara itu, Titin Yunita, salah satu orang tua anak dengan down syndrome, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai peringatan HDSD menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Dengan adanya acara ini kami berharap ada kesadaran dari semua lapisan masyarakat agar menghargai serta mendukung anak-anak down syndrome untuk hidup setara, mandiri, dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.
Menurut Titin, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para orang tua untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, sekaligus mempererat silaturahmi.
Ia berharap masyarakat semakin terbuka dan mampu menciptakan lingkungan yang inklusif bagi anak-anak dengan down syndrome. (*)
Editor : Lambertus Hurek