RADAR SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pusat pedagang batu permata di Pasar Kayoon, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kamis (2/4) sore.
Dalam kunjungan tersebut, ia berkeliling melihat langsung stan pedagang dan pengrajin batu mulia yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
Eri menuturkan bahwa pengembangan Pasar Kayoon selama ini terkendala status kepemilikan lahan yang bukan merupakan aset Pemerintah Kota Surabaya.
Baca Juga: Eri Cahyadi Perketat SOP TPS, Larang Sampah Non-Rumah Tangga dan Truk Nakal
“Pusatnya batu permata itu di Kayoon. Jadi perlu sentuhan, tapi saya belum tahu ini asetnya siapa. Maka kalau bukan aset milik pemerintah kota, saya harus amit (izin) dulu sama yang punya aset,” ujarnya saat berdialog dengan pedagang.
Menurut informasi awal, kawasan tersebut kemungkinan merupakan aset milik pemerintah provinsi atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Karena itu, setiap rencana pembangunan harus melalui proses perizinan. Eri menargetkan dalam waktu satu minggu ke depan sudah ada kepastian izin pengelolaan. “Insyaallah kalau nanti diizinkan, kita pasti akan bangun di tahun ini,” tegasnya.
Baca Juga: Viral! Pelajar di Jember Dikeroyok Belasan Teman, Kini Korban Trauma dan Tak Mau Sekolah
Selain penataan fisik, Eri menekankan pentingnya pelestarian budaya Nusantara melalui pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata.
“Nguri-uri (melestarikan budaya) itu tidak boleh dilupakan. Karena kehidupan yang baik tidak boleh melupakan sejarah,” katanya.
Ia menilai Pasar Batu Permata Kayoon berpotensi dikembangkan menjadi ikon wisata baru di Kota Pahlawan.
“Kalau nanti sudah diizinkan, saya berharap di Mei ulang tahunnya Surabaya sudah menjadi ikon Surabaya yang baru. Jadi ada Kota Lama, ada Jalan Tunjungan, ada Kebun Raya Mangrove, ada Batu Permata Nusantara,” terangnya.
Ketua Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-BAPIN) Taman Wisata Kayoon Surabaya, Nuri Fansyah, menyampaikan saat ini terdapat sekitar 60 stan pedagang batu permata di kawasan tersebut.
“Saat ini kumpulan batu-batu pedagang yang ada itu kurang lebih 60 stan, baik stan yang open atau yang tertutup,” ujarnya.
Nuri mengapresiasi perhatian Wali Kota Eri terhadap pelaku UMKM di Pasar Kayoon. Ia berharap dukungan konkret dari Pemkot Surabaya dapat mendongkrak aktivitas ekonomi pedagang.
“Harapan saya dan harapan kita semua mungkin bisa membantu bagaimana pasar ini bisa lebih bergairah, bisa lebih hidup,” katanya.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil membuat pelaku usaha di Pasar Kayoon berada dalam posisi sulit.
Ia berharap ada dukungan berkelanjutan agar pasar dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Apes! Terjebak Antrean Pembeli Telor, Jambret Kalung Dihajar Massa di Platuk Donomulyo Surabaya
“Harapan kita semua mudah-mudahan ini bisa menjadikan destinasi dan kunjungan dari pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pengusaha lainnya, supaya pasar ini bisa berkesinambungan,” tutupnya.
Dengan penataan kawasan, pembangunan gapura, dan pengaturan alur, pasar batu permata ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, melengkapi ikon lain seperti Kota Lama, Jalan Tunjungan, dan Kebun Raya Mangrove. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari