Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemugaran Gedung Grahadi Surabaya Habiskan Anggaran Rp 12,76 Miliar, Gunakan Kapur dari Jerman

Mus Purmadani • Rabu, 1 April 2026 | 19:44 WIB
DIBANGUN: Gubernur Jatim Khofifah menjelaskan pemugaran Gedung Grahadi yang dibakar menggunakan material khusus.(ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
DIBANGUN: Gubernur Jatim Khofifah menjelaskan pemugaran Gedung Grahadi yang dibakar menggunakan material khusus.(ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) resmi memulai proses pemugaran bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi, Rabu (1/4). Pemugaran ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas kerusakan akibat insiden kebakaran pada akhir Agustus 2025 lalu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pemugaran dilakukan dengan prinsip utama menjaga keaslian bangunan cagar budaya tersebut.

“Kita ingin memastikan semaksimal mungkin ini mirip dengan aslinya. Bangunan ini dulu dibangun tanpa semen, jadi kapur itu sekaligus sebagai perekat. Bahkan kapur yang dulu dipakai katanya dari Belanda, sekarang kita gunakan dari Jerman,” ujarnya.

Baca Juga: Viral! Habis Keroyok Teman, Remaja di Luwu Utara Malah Bikin Konten Joget di Kantor Polisi Saat Diperiksa

Khofifah menegaskan, pemugaran tidak dilakukan pada seluruh bangunan, melainkan hanya pada bagian sayap barat yang terdampak insiden pelemparan molotov.

“Jadi kawan-kawan menulisnya jangan pemugaran Grahadi, tapi pemugaran bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi,” tegasnya.

Baca Juga: Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Menteri Olahraga Desak Reformasi Total Federasi

Menurutnya, sebagian besar struktur bangunan yang masih utuh tetap dipertahankan tanpa perubahan. Pemugaran difokuskan pada pemulihan bagian yang rusak dengan tetap menjaga elemen asli.

“Sebagian besar yang existing ini tidak akan dirombak. Kita memaksimalkan pelestarian cagar budaya ini,” katanya.

Baca Juga: Kesepakatan Prabowo dan Lee Jae Mung, Perluas Kemitraan Indonesia dan Korea Selatan

Khofifah juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga keberadaan bangunan bersejarah di Jawa Timur. “Kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya, bukan hanya di Grahadi tapi semua yang kita miliki,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKP Cipta Karya) Jatim I Nyoman Gunadi menjelaskan, proyek pemugaran ini memiliki durasi pelaksanaan selama 210 hari kalender, mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026.

Baca Juga: ITS Loloskan 1.716 Mahasiswa Baru Jalur SNBP 2026, Pendaftar Tembus 18 Ribu

“Anggaran berasal dari APBD Provinsi Jawa Timur dengan nilai kontrak sebesar Rp12,76 miliar, dengan kontraktor pelaksana CV Jaya Wibowo,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemugaran melibatkan berbagai tenaga ahli, termasuk dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), ahli struktur, hingga tim pelestarian cagar budaya.

Baca Juga: Bioskop Star di Kompleks THR Surabaya Dulu Selalu Dipadati Penonton, Apalagi Film Rhoma Irama 

Dari sisi teknis, sejumlah penguatan dilakukan tanpa menghilangkan karakter asli bangunan. Salah satunya melalui penambahan ring balok untuk memperkuat struktur atap yang sebelumnya tidak menggunakan beton.

“Kita juga menggunakan material khusus agar dinding bisa ‘bernapas’, yaitu kapur dari Jerman. Selain itu, kusen menggunakan kayu jati, engsel dari pengrajin Sumenep, dan lantai marmer mengikuti bangunan utama,” paparnya.

Baca Juga: Desa Pajambon Masuk 15 Besar Nasional, Model Transformasi Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Selain pemugaran fisik, proyek ini juga dilengkapi sistem pemadam kebakaran sebagai langkah mitigasi ke depan.

Nyoman menegaskan, karena statusnya sebagai bangunan cagar budaya, seluruh proses pemugaran harus melalui kajian ketat serta melibatkan tenaga ahli bersertifikat.

Baca Juga: Musyawarah Pengelola Klinik Kecantikan di Surabaya, Ajak Warga Bijak Menggunakan Kosmetik

“Setiap intervensi harus didahului identifikasi dan dokumentasi untuk memastikan pelestarian tetap terjaga,” tegasnya.

Pemprov Jatim berharap proses pemugaran berjalan lancar sehingga bangunan sayap barat Gedung Grahadi dapat kembali seperti sebelum insiden, sekaligus tetap mempertahankan nilai sejarahnya. (mus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#pembakaran #pemugaran #pembangunan #Gedung Grahadi Surabaya #pemprov jatim