Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Musyawarah Pengelola Klinik Kecantikan di Surabaya, Ajak Warga Bijak Menggunakan Kosmetik

Andy Satria • Rabu, 1 April 2026 | 16:04 WIB
Ketua Umum Prastika, Andreas Bayu Aji (kiri) meninjau salah satu tenan produk-produk kosmetik. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Ketua Umum Prastika, Andreas Bayu Aji (kiri) meninjau salah satu tenan produk-produk kosmetik. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan dan Estetika Indonesia (Prastika) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Santika, Gubeng, Surabaya. Acara tersebut diikuti ratusan pengelola klinik estetika dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum Prastika Andreas Bayu Aji mengatakan, munas menjadi momentum penting bagi para anggota untuk memperbarui pengetahuan terkait perkembangan industri kosmetik dan klinik kecantikan yang bergerak sangat cepat. “Kami mengajak para anggota agar lebih update terkait regulasi industri kosmetik dan juga klinik kecantikan serta estetika,” ujarnya, Rabu (1/4).

Baca Juga: Squash Masuk PON 2028, PSI Jatim Tancap Gas Siapkan Atlet dan Infrastruktur

Menurut Andreas, dinamika industri estetika saat ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait penggunaan bahan baku produk kosmetik. Meski sebagian produk sudah diproduksi di dalam negeri, masih banyak yang berasal dari impor dan berbahan kimia.

Kondisi tersebut dinilai cukup berpengaruh, terlebih di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil. Fluktuasi ekonomi dapat berdampak pada ketersediaan maupun harga bahan baku impor yang digunakan dalam layanan estetika.

“Komposisi produk impor yang digunakan untuk estetika di Indonesia masih cukup besar, lebih dari 50 persen. Itu sebabnya, kami juga mendorong pengembangan produk lokal agar tidak terlalu bergantung pada bahan kimia impor,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa anggota sebenarnya sudah mulai mengembangkan produk kosmetik berbasis herbal. Namun, jumlahnya masih terbatas dan perlu didorong agar bisa berkembang lebih luas di pasar nasional.

Baca Juga: Peringatan Calon Mahasiswa Baru! Tidak Registrasi Ulang SNBP Tak Bisa Ikut SNBT Maupun Jalur Mandiri di Semua PTN

Selain membahas perkembangan industri, Andreas juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan produk kosmetik. Menurutnya, kosmetik tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga kesehatan.

“Banyak yang menganggap kosmetik sebagai kebutuhan sekunder, padahal dalam beberapa hal sudah menjadi kebutuhan penting. Produk seperti sabun dan sampo juga termasuk bagian dari estetika yang berkaitan dengan kesehatan kulit dan kebersihan tubuh,” tuturnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#prastika #klinik estetika #regulasi kosmetik #Klinik Kecantikan #Produk Kosmetik Melejit