RADAR SURABAYA - Polisi memburu pengendara motor yang menganiaya Isbat U, 27, tukang cukur di kawasan Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya. Polisi telah menerima laporan korban, mengecek TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.
"Masih lidik (pelaku)," ujar Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Iptu Aris Nuryanto, Rabu (1/4).
Sementara korban Isbat U menjelaskan, usai melakukan penganiayaan pelaku mengendarai motor Honda Beat warna merah kabur ke arah Lidah Wetan. Pihak korban juga tidak tahu sosok pelaku debtcollector atau apa. Pelaku berlagak sok jagoan.
Baca Juga: Bukti Nyata Kualitas SDM Terus Meningkat, Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut
"Enggak (melawan). Cuma ngedorong doang, enggak ngebalas. Mau ngebalas ya gimana. Langsung ya gitu. Orang-orang banyak yang teriak-teriak," ucapnya.
Akibat tindakan brutal pelaku, korban mengalami luka sobek di bibir dan menerima dua jahitan. Korban telah mendapatkan penanganan medis di klinik kawasan Jambangan.
Baca Juga: Maraknya Sepeda Listrik di Jalan Utama Surabaya Tuai Sorotan Warga
"Pas dipukul itu, akhirnya kan orang-orang ngumpul toh, mau ngebalas nyerang ya wah banyak orang, pasrah gitu. Lalu ingat ada CCTV sudah ada CCTV saya tinggal lanjut laporan dan orang-orang menyuruh juga untuk visum," bebernya.
Kronologi Penganiayaan Tukang Cukur di Lakarsantri Surabaya
Diberitakan sebelumnya, seorang tukang cukur Isbat U, 27, menjadi korban penganiayaan di tempat kerjanya kawasan Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya, Senin (30/3) siang.
Baca Juga: Dirut PD Pasar Surya Surabaya Ungkap Penggeledahan Kejari untuk Cari Dokumen Aktivitas Pemasaran
Aksi penganiayaan brutal itu dilakukan pelaku setelah memberhentikan paksa pengendara motor berboncengan cowok-cewek
Isbat U, 27, menceritakan awalnya pelaku mengendarai motor dan memberhentikan paksa pengendara motor cowok-cewek yang berboncengan melintas di jalan sekitar lokasi.
Pelaku mengejar cowok-cewek tersebut yang lari ke arah depan barbershop. Korban lalu berdiri di depan barbershop dan melihat pelaku yang mengejar cowok-cewek.
"Pelakunya kembali. Kembali datang ke saya, marah-marah ke saya. Ngomongnya cuma "opo kok lihat-lihat". Bentak-bentak itu kan, jangan ikut-ikut. Lah aku enggak ikut-ikut aku ngelihat kok. Ya terus caci maki terus ngomong," ucapnya, Selasa (31/3).
Pelaku sempat terus ngotot sembari emosi mencerca korban yang melihat pelaku. Isbat sempat bertanya apakah pelaku mabuk. Pelaku kemudian menjawab dengan menunjukkan bau mulut ke arah wajah korban.
Baca Juga: Tidak Naik! 1 April 2026, Harga BBM di SPBU Pertamina Tetap
"Setelah itu ya itu wis sempat saya dorong. Saya dorong pas ngedeketin lalu pas dipukul wis ya sampai kejadian luka gini," tuturnya.
Pelaku memukul dirinya menggunakan tangan kosong. Pelaku juga menyekik korban. Tak ayal. Korban lalu berontak dan mendorong tubuh pelaku supaya tidak terus menyerang. Aksi pelaku baru berhenti setelah warga dan pengguna jalan melerai. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto