Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penetrasi Internet Makin Masif, Radar Surabaya Tetap Dibutuhkan untuk Menyaring Hoaks

Mus Purmadani • Rabu, 1 April 2026 | 08:00 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyaksikan pemotongan tumpeng oleh Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro saat Open House HUT Radar Surabaya Group. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyaksikan pemotongan tumpeng oleh Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro saat Open House HUT Radar Surabaya Group. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengapresiasi peran media Radar di kawasan Surabaya Metropolitan Area (SMA) yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi dan informasi di Jawa Timur. 

Baca Juga: Tukang Cukur di Lakarsantri Surabaya Dianiaya Pria Tak Dikenal, Korban Lapor Polisi

“Keberadaan Radar di tiga kota ini sangat penting sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, terutama di tengah penetrasi internet di Jawa Timur yang sudah mencapai 82,19 persen,” ujarnya saat menghadiri Open House HUT Radar Surabaya,  Radar Gresik,  dan Radar Sidoarjo pada Selasa 31 Maret 2026.

Sherlita menambahkan, tingginya akses internet membuat masyarakat kini semakin mudah memproduksi dan menyebarkan informasi. Namun, tidak semua informasi tersebut memiliki validitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Banyak orang sekarang bisa jadi ‘wartawan’. Tapi media mainstream punya SOP dan standar yang jelas. Karena itu kami berterima kasih kepada Radar yang tetap menjadi penjernih informasi bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: 3.508 Wisman Gunakan Kereta Api di Daop 8 Surabaya Saat Lebaran 2026

Ia juga mendorong media arus utama untuk terus beradaptasi dengan perkembangan digital, khususnya memperkuat kehadiran di platform online dan media sosial. Hal ini dinilai penting mengingat mayoritas masyarakat kini mengakses informasi melalui kanal digital.

“Sekitar 60 sampai 80 persen masyarakat mencari informasi di media online dan media sosial. Kalau media mainstream tidak hadir di sana, masyarakat bisa terpapar informasi yang belum tentu benar,” tegasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#HUT Radar Surabaya #open house #Radar Sidoarjo #radar gresik #Radar Surabaya