
RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Selasa, 31 Maret 2026 diprakirakan didominasi kondisi berawan tebal dengan potensi hujan yang terjadi hampir sepanjang hari. Sejak pagi pukul 06.00 WIB, hujan disertai petir sudah mulai muncul dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 89 persen.
Memasuki pagi hingga siang hari, intensitas hujan cenderung meningkat. Pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, hujan disertai petir masih berlanjut dengan curah hujan bertahap mulai dari 0,4 mm hingga 0,8 mm. Suhu udara naik dari 28 hingga 30 derajat Celsius, dengan suhu terasa mencapai 36 derajat Celsius. Angin bertiup lemah dari arah selatan dengan kecepatan 3 hingga 10 km/jam.
Baca Juga: Kabar Duka, Penulis Buku-Buku Religi Produktif Agus Mustofa Tutup Usia
Menjelang siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang masih terjadi secara merata. Suhu udara berada di kisaran 30–31 derajat Celsius dengan kelembapan antara 70 hingga 73 persen. Pada periode ini, hujan kembali disertai petir terutama pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB dengan curah hujan sekitar 0,6 hingga 0,8 mm.
Memasuki malam hari, cuaca masih didominasi hujan ringan dengan intensitas yang perlahan menurun. Suhu udara turun ke kisaran 25–27 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan meningkat hingga 96 persen. Hujan ringan diprakirakan berlangsung hingga menjelang tengah malam.
Baca Juga: Jelang Perayaan Semana Santa 2026 di Larantuka, Flores, NTT, Ribuan Peziarah Mulai Berdatangan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa meskipun saat ini Jawa Timur berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, potensi cuaca ekstrem masih tetap ada. Kondisi pancaroba ini kerap memicu hujan lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai angin kencang dan petir.
Sebagai contoh, banjir dahsyat yang terjadi di kawasan Beji, Pasuruan pada akhir pekan lalu menjadi bukti nyata dampak cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Peristiwa tersebut mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan sejumlah wilayah tergenang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan untuk menghindari lokasi rawan banjir serta terus memantau informasi cuaca terkini guna mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi. (*)
Editor : Lambertus Hurek