RADAR SURABAYA - DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil peran lebih aktif dalam mendorong perputaran ekonomi selama momentum Ramadan hingga Lebaran. Dewan menilai, tingginya konsumsi masyarakat setiap tahun seharusnya bisa dimanfaatkan melalui program yang lebih konkret, bukan hanya kegiatan rutin seperti pasar murah.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, mengatakan pergerakan ekonomi selama bulan puasa hingga Idulfitri selalu meningkat di hampir semua sektor usaha. Pedagang kecil, UMKM, hingga restoran dan pusat perbelanjaan ikut merasakan dampaknya.
“Setiap Ramadan sampai Lebaran, ekonomi di Surabaya pasti bergerak. Mulai usaha kecil sampai besar merasakan kenaikan karena konsumsi masyarakat meningkat,” ujar Machmud.
Menurut dia, kondisi tersebut seharusnya menjadi peluang bagi pemerintah kota untuk memperkuat kebijakan yang bisa langsung dirasakan pelaku usaha dan masyarakat. Namun, peran Pemkot dinilai masih belum maksimal karena program yang dijalankan cenderung bersifat rutin.
Machmud menilai kegiatan pasar murah belum cukup efektif jika tidak disertai selisih harga yang benar-benar membantu warga.
“Kalau hanya pasar murah tapi harganya tidak jauh beda dengan pasar biasa, dampaknya tidak terlalu terasa. Pemerintah harus lebih aktif membuat program yang benar-benar bisa mendorong ekonomi warga,” tegasnya.
Ia mendorong agar Pemkot memperbanyak kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi di tingkat bawah, seperti bazar UMKM, event kampung, maupun program yang bisa meningkatkan daya beli masyarakat selama musim ramai seperti Ramadan dan Lebaran.
Menurutnya, momentum musiman seperti ini selalu terjadi setiap tahun sehingga seharusnya sudah bisa diantisipasi dengan kebijakan yang lebih terarah.
“Ramadan dan Lebaran itu selalu jadi momen perputaran uang terbesar. Pemerintah jangan hanya melihat, tapi harus ikut menggerakkan supaya ekonomi warga semakin kuat,” katanya.
Baca Juga: Banyak yang Bolos, Menteri Sosial Gus Ipul Ancam Berhentikan ASN dan PPPK yang Tidak Disiplin
Di sisi lain, Machmud juga mengingatkan pelaku usaha agar lebih peka membaca perubahan tren konsumsi masyarakat. Ia menyebut pola belanja saat ini sangat dipengaruhi perkembangan tren dan media sosial.
“Sekarang pedagang juga harus cepat menyesuaikan. Apa yang viral bisa langsung memengaruhi minat beli. Kalau bisa membaca tren, biasanya penjualan ikut naik,” tandasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto