RADAR SURABAYA - Selama operasional posko mudik dan balik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya 13–26 Maret 2026, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mencatat keluhan kesehatan yang dialami didominasi oleh penyakit tidak menular seperti gastritis, ISPA, diare, atralgia, dan hipertensi. Gastritis atau maag menjadi keluhan terbanyak selama periode pemantauan.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan sejak posko kesehatan 13-26 Maret di Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 32 pelayanan kesehatan.
Untuk keluhan kesehatan yang banyak dialami penumpang didominasi oleh penyakit tidak menular, seperti gastritis, ISPA, diare, atralgia, dan hipertensi.
Baca Juga: Asal Usul Taksi di Surabaya, Jadi Kendaraan Sewa Warga Eropa
"Keluhan penumpang didominasi penyakit tidak menular, seperti gastritis, ISPA, diare, atralgia, dan hipertensi. Mungkin karena pemudik lelah setelah menempuh perjalanan panjang dengan kapal laut, " tutur Rosidi, Kamis (26/3).
Ia menambahkan bahwa jumlah kunjungan dan penanganan masalah kesehatan pemudik tahun ini berbeda dibandingkan tahun lalu, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.
"Kita juga sering melakukan sosialisasi kesehatan, memberikan imbauan kepada pemudik. Dengan begitu kesadaran masyarakat akan kesehatan saat mudik dan balik Lebaran menggunakan kapal laut meningkat," tutur Rosidi.
Untuk penyakit menular Rosidi memastikan, jumlahnya relatif kecil dan tidak ditemukan kasus berbahaya maupun potensi kejadian luar biasa (KLB).
"Hasil pemantauan juga menunjukkan tidak ada kasus positif campak maupun TBC, sehingga kondisi secara umum tetap aman dan terkendali," jelasnya.
Selain itu, tidak terdapat laporan penanganan khusus bagi ibu hamil, namun posko tetap siap memberikan pelayanan bagi seluruh penumpang termasuk kelompok rentan.
Baca Juga: Ribuan Rumah di Pasuruan Terendam Banjir, 11 Kecamatan Lumpuh
Rosidi menyebut jumlah kunjungan paling banyak terjadi pada pertengahan periode arus mudik pada 18–23 Maret dengan catatan tidak ada kasus yang dirujuk ke rumah sakit maupun kejadian kecelakaan dan kematian.
Ia juga mengungkapkan bahwa intensitas arus balik yang diprediksi oleh pihak Pelindo pada tanggal 28-29 Maret akan sama dengan arus mudik.
Meski demikian pihak terus melakukan kesiapsiagaan menghadapi puncak arus balik.
"Saat mobilitas masyarakat sedang tinggi, dimana risiko penularan penyakit juga tinggi, kami sebagai representasi Kemenkes hadir melakukan pencegahan penularan penyakit dengan lebih intens dari hari-hari biasa," pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari