Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dosen Umsura Bagikan Tips Mengelola THR Lebaran Anak agar Tidak Boros

Andy Satria • Selasa, 24 Maret 2026 | 16:26 WIB
Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Fatkur Huda. (IST)
Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Fatkur Huda. (IST)

RADAR SURABAYA - Momen Lebaran selalu identik dengan tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) atau angpau Lebaran kepada anak-anak. 

Bagi sebagian anak, uang tersebut menjadi hal yang paling dinantikan saat bersilaturahmi dengan keluarga.

Baca Juga: Sebelum Pantai Kenjeran, Ada Bonbin yang Jadi Primadona Wisata Lebaran Warga Asli Surabaya Tahun 1970

Namun, tanpa pendampingan orang tua, uang THR berpotensi cepat habis karena digunakan untuk membeli berbagai hal yang tidak terlalu dibutuhkan. 

Karena itu, anak perlu diajarkan sejak dini tentang cara mengelola uang THR dengan bijak.

Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Fatkur Huda, membagikan beberapa tips bagi orang tua agar dapat mengajarkan anak mengelola angpau Lebaran secara tepat. 

Menurut Fatkur, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahamkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. 

Baca Juga: Serunya Menikmati Parade Satwa di KBS, Jadi Langganan Warga Gresik Mengisi Libur Lebaran

“Cara ini bisa mulai diajarkan kepada anak usia empat sampai enam tahun,” ujarnya, Selasa (24/3). 

Pada usia tersebut, anak sudah mulai dapat diajak berdiskusi sederhana tentang barang yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya sekadar keinginan. 

Baca Juga: Timnas Indonesia Tambah Amunisi! Steven Vitoria Jadi Asisten Pelatih John Herdman

Misalnya, orang tua dapat mengarahkan anak untuk menggunakan sebagian uangnya untuk kebutuhan sekolah yang menunjang proses belajar.

Langkah kedua adalah mengajarkan pengelolaan keuangan yang produktif. Fatkur menjelaskan, anak usia sekolah dasar, sekitar tujuh hingga 12 tahun, biasanya mulai memiliki keinginan untuk membelanjakan uang secara bebas. 

“Anak di usia ini dapat diarahkan untuk belajar produktif dalam mengelola keuangan agar angpau yang diterima tidak habis dalam waktu singkat,” jelasnya.

Orang tua dapat mengenalkan kebiasaan menabung atau bahkan investasi sederhana dalam jangka pendek. 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Puji Perjuangan Ojol di Momen Idul Fitri, Ini Pesan Menyentuh untuk Para Pengemudi

Selain itu, anak juga bisa diajak belajar berwirausaha kecil-kecilan sebagai pengalaman mengenal nilai uang.

Meski demikian, orang tua tetap perlu mendampingi anak dalam menentukan tujuan menabung atau investasi tersebut. 

Pendampingan ini penting agar nantinya bisa dilakukan evaluasi terhadap hasil pengelolaan uang yang dilakukan anak.

Baca Juga: Bagaimana Proyeksi IHSG setelah Libur Panjang Nyepi dan Lebaran? Berikut Penjelasan Sejumlah Analis

Selanjutnya, untuk anak yang memasuki usia sekolah menengah pertama atau sekitar 13 hingga 15 tahun, pendekatan yang diberikan perlu lebih dewasa. 

Pada usia ini, anak umumnya sudah memiliki pilihan sendiri saat berbelanja. 

Karena itu, orang tua perlu mengingatkan kembali tentang konsep kebutuhan dan keinginan, sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengelola uang THR secara lebih mandiri.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Surabaya Gubeng dan Pasar Turi, 30.853 Penumpang Tiba

Fatkur menambahkan, penting pula mengenalkan anak pada fungsi uang yang lebih luas, tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai sarana investasi jangka panjang. 

Misalnya dengan membuka rekening tabungan atas nama anak untuk dana pendidikan atau mengenalkan investasi sederhana seperti emas.

Terakhir, bagi remaja usia 16 hingga 18 tahun, orang tua dapat mulai mengenalkan konsep kemandirian dalam mencari uang. 

Menurut Fatkur, pada usia tersebut anak memang masih menjadi tanggung jawab orang tua. 

Namun, mereka perlu memahami bahwa mendapatkan uang bukan hal yang mudah. 

Baca Juga: Heboh di Medsos! Aksi Wanita Rayakan Idulfitri Sambil Merokok Picu Badai Kritik

“Tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan mereka, tetapi agar anak mengerti bagaimana usaha untuk mendapatkan uang,” ujarnya.

Dengan memahami proses tersebut, diharapkan anak menjadi lebih hemat dan berhati-hati dalam menggunakan uang THR yang diterima saat Lebaran. 

Baca Juga: Usai Aksi Pembacokan di Jalan Dupak, DPRD Surabaya Minta Penambahan PJU dan CCTV, serta Perketat Patroli Malam

“Sehingga mereka bisa lebih bijak dalam mengelola angpau Lebaran yang didapatkan,” pungkasnya. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#keinginan #kebutuhan #ekonomi #Angpau #anak #lebaran #boros #dosen #syariah #thr #Fakultas #umsura